Pernah merasa bahu semakin sulit digerakkan, bahkan untuk menyisir rambut, memakai baju, atau mengambil benda di rak? Kondisi ini bisa menjadi tanda frozen shoulder atau adhesive capsulitis. Keluhan tersebut tidak hanya menimbulkan nyeri, tetapi juga membatasi aktivitas sehari-hari karena gerakan bahu menjadi kaku.
Frozen shoulder dapat berlangsung selama berbulan-bulan, bahkan lebih lama pada sebagian orang. Penanganan yang tepat, termasuk fisioterapi, dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kemampuan gerak bahu secara bertahap.
Apa Itu Frozen Shoulder?
Frozen shoulder adalah kondisi ketika kapsul sendi bahu mengalami peradangan, penebalan, dan penyempitan sehingga gerakan bahu menjadi terbatas. Kekakuan dapat dirasakan saat menggerakkan lengan sendiri maupun ketika lengan digerakkan dengan bantuan orang lain.
Gejalanya biasanya berkembang perlahan. Pada awalnya, bahu terasa nyeri, terutama saat malam hari. Selanjutnya, gerakan semakin terbatas sehingga aktivitas sederhana seperti mengangkat tangan atau meraih benda di belakang tubuh menjadi sulit.
Penyebab dan Faktor Risiko Bahu Kaku
Penyebab pasti frozen shoulder belum selalu diketahui. Namun, kondisi ini berkaitan dengan perubahan jaringan kapsul sendi yang membuatnya menebal dan mengencang.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya antara lain:
- Usia: lebih sering terjadi pada usia 40–60 tahun.
- Diabetes: penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami frozen shoulder.
- Gangguan tiroid: kondisi tiroid tertentu berkaitan dengan peningkatan risiko.
- Cedera atau operasi bahu: periode tidak bergerak dalam waktu lama dapat memicu kekakuan.
- Kolesterol tinggi: gangguan metabolisme lemak juga dikaitkan dengan risiko kondisi ini.
Tidak semua orang dengan faktor risiko tersebut akan mengalami frozen shoulder. Pemeriksaan tetap diperlukan untuk memastikan penyebab keluhan bahu.
Bagaimana Fisioterapi Membantu Mengatasi Frozen Shoulder?
Fisioterapi merupakan salah satu pendekatan nonoperatif untuk membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi bahu. Program terapi disesuaikan dengan tingkat nyeri, kekakuan, dan kemampuan gerak setiap pasien.
Beberapa pendekatan yang dapat digunakan meliputi:
- Latihan rentang gerak: membantu mempertahankan dan meningkatkan fleksibilitas bahu secara bertahap.
- Terapi manual: teknik mobilisasi sendi dan jaringan lunak sesuai hasil pemeriksaan.
- Latihan penguatan: diberikan secara bertahap untuk membantu mengembalikan kekuatan otot sekitar bahu.
- Modalitas terapi: seperti TENS atau terapi lain untuk membantu mengelola nyeri sesuai kebutuhan pasien.
Latihan tidak boleh dipaksakan hingga menimbulkan nyeri berlebihan. Penanganan yang terlalu agresif dapat memperburuk keluhan, terutama ketika bahu masih sangat nyeri.
Kapan Perlu Menjalani Fisioterapi di Cilacap?
Jika bahu terasa kaku, sulit diangkat, nyeri saat tidur, atau aktivitas sehari-hari mulai terganggu, sebaiknya lakukan pemeriksaan. Jangan menunggu sampai gerakan bahu semakin terbatas.
Di Klinik Utama Amalia Bunda Medika, layanan fisioterapi Cilacap menyediakan pemeriksaan dan program terapi untuk membantu pemulihan fungsi gerak. Penanganan dilakukan berdasarkan kondisi pasien dan dapat melibatkan dokter serta fisioterapis.
Untuk konsultasi, Anda dapat menghubungi Klinik Utama Amalia Bunda Medika melalui WhatsApp 0823-2969-9844.
Jadwal fisioterapis Titin Kartiyani, S.St.Ft., M.Ft., F.Tr. M.OR.:
- Rabu dan Jumat: 18.30–21.00 WIB
- Sabtu: 12.30–15.00 WIB
- Senin, Selasa, dan Kamis: berdasarkan perjanjian.
Alamat: Jalan Dokter Rajiman No. 36, Sabukjanur, Kebonmanis, Cilacap Utara.
Jangan biarkan bahu kaku terus membatasi aktivitas. Pemeriksaan dan program fisioterapi yang sesuai dapat membantu Anda kembali bergerak dengan lebih nyaman.