Kotoran telinga atau serumen merupakan bagian alami dari mekanisme perlindungan telinga. Serumen membantu menangkap debu, kotoran, dan partikel asing agar tidak masuk lebih dalam ke liang telinga. Namun, jika menumpuk dan menyumbat liang telinga, kondisi ini dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga gangguan pendengaran.
Tidak semua kotoran telinga perlu dibersihkan. Pembersihan telinga sebaiknya dilakukan ketika terdapat penumpukan yang mengganggu atau berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Bagi masyarakat yang membutuhkan pembersihan telinga di Cilacap, pemeriksaan dokter THT dapat membantu menentukan penanganan yang tepat.
1. Mengapa Kotoran Telinga Bisa Menumpuk?
Secara alami, serumen akan bergerak keluar dari liang telinga melalui gerakan rahang dan proses pergantian kulit. Namun, pada sebagian orang, proses ini tidak berjalan optimal.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan penumpukan serumen antara lain:
- Bentuk liang telinga yang sempit atau berkelok.
- Produksi kotoran telinga yang berlebihan.
- Kebiasaan menggunakan cotton bud yang mendorong serumen semakin masuk.
- Penggunaan earphone atau alat bantu dengar dalam waktu lama.
- Faktor usia yang membuat serumen lebih kering dan sulit keluar secara alami.
2. Apa Tanda Telinga Perlu Dibersihkan?
Penumpukan serumen yang menyumbat dapat menimbulkan beberapa keluhan, seperti:
- Telinga terasa penuh atau tersumbat.
- Pendengaran terasa berkurang.
- Telinga berdenging.
- Rasa gatal atau tidak nyaman pada telinga.
Pada beberapa kasus, penumpukan serumen juga dapat mengganggu pemeriksaan liang telinga dan gendang telinga. Jika mengalami keluhan tersebut, sebaiknya lakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebabnya.
3. Bagaimana Prosedur Pembersihan Telinga oleh Dokter THT?
Sebelum melakukan tindakan, dokter THT akan menanyakan keluhan dan riwayat kesehatan pasien, kemudian memeriksa kondisi liang telinga menggunakan alat pemeriksaan telinga atau otoskop.
Jika ditemukan penumpukan serumen yang membutuhkan tindakan, dokter dapat menentukan metode pembersihan sesuai kondisi telinga. Metodenya dapat berupa penggunaan cairan pelunak serumen, irigasi telinga, atau pengambilan kotoran secara manual menggunakan instrumen khusus.
Pemilihan metode perlu mempertimbangkan kondisi gendang telinga, riwayat operasi telinga, infeksi, dan faktor kesehatan lainnya. Karena itu, pembersihan telinga tidak disarankan dilakukan sembarangan.
4. Bolehkah Membersihkan Telinga Sendiri dengan Cotton Bud?
Penggunaan cotton bud, penjepit, atau benda lain yang dimasukkan ke liang telinga sebaiknya dihindari. Selain berisiko mendorong kotoran semakin dalam, tindakan tersebut dapat menyebabkan luka dan iritasi.
Hindari pula ear candle karena tidak terbukti efektif mengeluarkan serumen dan berisiko menyebabkan cedera.
5. Pembersihan Telinga di Dokter THT Cilacap
Jika telinga terasa tersumbat, pendengaran berkurang, atau mengalami keluhan akibat penumpukan kotoran telinga, konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter THT.
Klinik Utama Amalia Bunda Medika Cilacap menyediakan layanan Poli THT untuk pemeriksaan dan penanganan masalah kesehatan telinga, hidung, dan tenggorokan, termasuk evaluasi penumpukan serumen.
Pemeriksaan dapat dilakukan bersama dr. Mahastini, Sp.THT-KL.
Jadwal praktik: Senin–Jumat | 19.00–21.00 WIB
Alamat: Jalan Dokter Rajiman No. 36, Sabukjanur, Kebonmanis, Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap.
Reservasi WhatsApp: 0823-2969-9844
Jangan menunda pemeriksaan jika keluhan telinga mengganggu aktivitas atau pendengaran. Pemeriksaan yang tepat membantu menentukan apakah pembersihan telinga memang diperlukan.