Amalia Bunda Medika

Waspada! Penyebab Ruam di Ketiak, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Bagikan :
Penyebab Ruam di Ketiak/Freepik

Ruam di ketiak merupakan kondisi yang cukup sering dialami banyak orang. Gejalanya dapat berupa kemerahan, gatal, kulit bersisik, benjolan kecil, hingga rasa terbakar.

Ruam di ketiak dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari iritasi ringan hingga infeksi jamur atau bakteri. Memahami penyebabnya adalah langkah awal agar kamu bisa melakukan penanganan yang tepat.

Penyebab Ruam di Ketiak

1. Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak terjadi ketika kulit bereaksi terhadap zat tertentu, seperti pewangi, alkohol dalam deodoran, sabun keras, atau detergen.

Reaksi alergi atau iritasi ini menimbulkan kemerahan, gatal, dan sensasi terbakar. Pada beberapa kasus, kulit juga bisa pecah-pecah atau bersisik. Produk yang terlalu kuat untuk kulit sensitif sangat mudah memicu masalah ini.

2. Gesekan dan Iritasi akibat Mencukur

Kulit ketiak termasuk area lipatan yang sensitif dan mudah iritasi. Mencukur terlalu sering, memakai pisau cukur tumpul, atau mencukur tanpa pelumas dapat menyebabkan luka mikro dan benjolan merah.

Gesekan antara kulit dengan pakaian yang ketat juga memperparah iritasi sehingga ruam mudah muncul.

3. Biang Keringat (Miliaria)

Biang keringat sangat umum muncul di area lembap seperti ketiak. Saat saluran keringat tersumbat, keringat terperangkap dan menyebabkan benjolan kecil kemerahan yang terasa gatal atau perih.

Cuaca panas, aktivitas berat, dan pakaian yang tidak menyerap keringat meningkatkan risiko terjadinya ruam ini.

4. Infeksi Jamur

Kondisi yang lembap membuat ketiak menjadi tempat ideal bagi jamur, terutama jenis Candida, untuk berkembang.

Akibatnya muncul ruam merah, rasa gatal intens, kulit bersisik, hingga bercak yang melebar. Jamur mudah tumbuh ketika kebersihan kurang terjaga, ketiak sering lembap, atau pakaian tidak menyerap keringat.

5. Folikulitis (Peradangan Folikel Rambut)

Folikulitis terjadi ketika folikel rambut teriritasi atau terinfeksi, biasanya setelah mencukur.

Gejalanya berupa benjolan kecil berisi nanah, kemerahan, dan nyeri saat disentuh. Folikulitis perlu diwaspadai karena bisa memburuk jika terjadi infeksi bakteri.

6. Intertrigo (Peradangan Lipatan Kulit)

Intertrigo terjadi akibat gesekan terus-menerus pada area yang tertutup dan lembap, seperti ketiak.

 Kondisi ini menyebabkan ruam merah, rasa panas, dan bau tidak sedap. Pada kasus berat, intertrigo dapat diikuti infeksi jamur atau bakteri sekunder.

7. Kondisi Kulit Kronis Lainnya

Beberapa penyakit kulit seperti psoriasis inversa juga dapat muncul di area lipatan, termasuk ketiak.

Ruam tampak merah mengilap, gatal, dan perih. Kondisi ini biasanya memerlukan penanganan dokter karena bersifat kronis.

Cara Mencegah dan Mengatasi Ruam di Ketiak

Untuk mencegah ruam, jaga kebersihan area ketiak agar tetap kering dan tidak lembap. Gunakan pakaian longgar berbahan katun agar kulit dapat bernapas.

Pilih deodoran yang lembut, bebas alkohol, dan cocok untuk kulit sensitif. Saat mencukur, gunakan pisau yang bersih dan tajam, serta aplikasikan gel atau sabun agar kulit tidak iritasi.

Jika ruam sudah muncul, hindari menggaruk karena dapat memperburuk iritasi. Kompres dingin dapat membantu meredakan gatal dan kemerahan.

Bila ruam tidak kunjung membaik dalam satu hingga dua minggu, menyebar, bernanah, atau terasa sangat nyeri, segera konsultasikan ke dokter kulit untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Dengan mengetahui penyebab dan cara pencegahan ruam di ketiak, kamu bisa menjaga kesehatan kulitnya dan mencegah berulang di masa mendatang.***

Leave a Comment