Setelah menjalani operasi, sebagian pasien merasa perlu beristirahat total agar luka cepat sembuh. Padahal, pada kondisi tertentu, tubuh justru membutuhkan mobilisasi dan latihan gerak secara bertahap untuk membantu proses pemulihan.
Fisioterapi setelah operasi atau rehabilitasi pascaoperasi bertujuan membantu pasien mengembalikan kekuatan otot, kelenturan sendi, serta kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Namun, kapan waktu yang tepat untuk memulainya? Jawabannya bergantung pada jenis operasi, kondisi pasien, dan instruksi dokter yang menangani.
Mengapa Fisioterapi Penting Setelah Operasi?
Masa pemulihan setelah operasi dapat disertai nyeri, kekakuan sendi, penurunan kekuatan otot, dan keterbatasan gerak. Terlalu lama tidak bergerak juga dapat membuat pasien semakin sulit kembali beraktivitas.
Fisioterapi membantu pasien menjalani pemulihan secara terarah melalui latihan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Tujuannya antara lain meningkatkan rentang gerak sendi, mempertahankan kekuatan otot, melatih keseimbangan, serta membantu pasien kembali berjalan atau melakukan aktivitas mandiri.
Kapan Fisioterapi Setelah Operasi Harus Dimulai?
Tidak ada satu jadwal yang berlaku untuk semua jenis operasi. Pada beberapa prosedur, seperti penggantian sendi lutut atau panggul, mobilisasi dengan pendampingan tenaga kesehatan dapat dimulai pada hari operasi atau dalam 24 jam pertama apabila kondisi pasien memungkinkan.
Sementara itu, operasi tulang belakang, tendon, atau jaringan tertentu mungkin memerlukan pembatasan gerak selama periode tertentu. Pasien harus mengikuti protokol pemulihan dari dokter bedah sebelum memulai latihan.
Karena itu, fisioterapi sebaiknya direncanakan sejak awal dan dimulai ketika dokter menyatakan kondisi pasien cukup stabil serta aman untuk menjalani rehabilitasi.
Apa Saja Latihan dalam Fisioterapi Pascaoperasi?
Program fisioterapi disesuaikan dengan lokasi operasi dan kemampuan pasien. Beberapa latihan yang dapat diberikan meliputi:
- Latihan rentang gerak: membantu mempertahankan atau meningkatkan kelenturan sendi sesuai batas aman.
- Latihan penguatan otot: membantu mengembalikan kekuatan otot yang menurun selama masa pemulihan.
- Latihan berjalan dan keseimbangan: membantu pasien kembali bergerak dengan lebih stabil.
- Latihan fungsional: melatih aktivitas seperti duduk, berdiri, berpindah posisi, dan berjalan.
Intensitas latihan ditingkatkan secara bertahap. Gerakan tidak boleh dipaksakan, terutama jika menimbulkan nyeri tajam atau bertentangan dengan larangan dokter.
Kapan Perlu Konsultasi Fisioterapi di Cilacap?
Jika setelah operasi pasien masih mengalami kesulitan berjalan, sendi terasa kaku, otot melemah, atau aktivitas sehari-hari belum kembali normal, konsultasi fisioterapi dapat dipertimbangkan setelah mendapat persetujuan dokter bedah.
Klinik Utama Amalia Bunda Medika menyediakan layanan fisioterapi Cilacap dengan pemeriksaan dan program terapi sesuai kondisi pasien. Layanan ini ditangani bersama dokter dan fisioterapis Titin Kartiyani, S.St.Ft., M.Ft., F.Tr. M.OR.
Jadwal praktik:
- Rabu dan Jumat: 18.30–21.00 WIB
- Sabtu: 12.30–15.00 WIB
- Senin, Selasa, dan Kamis: berdasarkan perjanjian.
Kunjungi klinik di Jalan Dokter Rajiman No. 36, Sabukjanur, Kebonmanis, Cilacap Utara. Informasi dan reservasi melalui WhatsApp 0823-2969-9844.
Pemulihan setelah operasi membutuhkan waktu dan tahapan yang tepat. Dengan arahan medis serta fisioterapi yang sesuai, pasien dapat berupaya mengembalikan kemampuan gerak secara lebih aman dan terarah.