Kondisi wajah mencong secara tiba-tiba sering membuat seseorang panik karena dianggap sebagai tanda stroke. Namun, tidak semua kelumpuhan wajah disebabkan stroke.
Salah satu kondisi yang cukup sering terjadi adalah Bell’s Palsy, yakni gangguan pada saraf wajah yang menyebabkan salah satu sisi wajah melemah atau sulit digerakkan.
Kondisi ini dapat dialami siapa saja dan umumnya muncul mendadak dalam waktu singkat.
Bell’s Palsy terjadi akibat gangguan pada saraf fasialis atau saraf wajah yang berfungsi mengatur gerakan otot wajah.
Akibatnya, penderita dapat mengalami kesulitan tersenyum, menutup mata, hingga mengunyah pada salah satu sisi wajah.
Meski tampak mengkhawatirkan, sebagian besar kasus Bell’s Palsy dapat membaik secara bertahap dengan penanganan yang tepat.
Bell’s Palsy Menyerang Saraf Wajah Secara Mendadak
Bell’s Palsy merupakan kondisi kelemahan sementara pada otot wajah akibat gangguan saraf wajah. Gangguan ini biasanya muncul tiba-tiba dan membuat salah satu sisi wajah tampak tidak simetris atau mencong.
Kondisi tersebut dapat dialami oleh berbagai kelompok usia. Pada beberapa kasus, penderita merasakan perubahan wajah hanya dalam hitungan jam.
Karena gejalanya menyerupai stroke, pemeriksaan sejak dini tetap diperlukan untuk memastikan kondisi yang dialami pasien.
Bell’s Palsy sendiri bukan penyakit menular. Kondisi ini juga berbeda dengan stroke meski sama-sama menyebabkan perubahan pada wajah.
Gejala Bell’s Palsy yang Perlu Diwaspadai
Gejala Bell’s Palsy umumnya muncul pada satu sisi wajah dan dapat berkembang dengan cepat. Salah satu tanda paling umum ialah wajah tampak mencong atau tertarik ke satu sisi.
Selain itu, penderita juga dapat mengalami kesulitan saat tersenyum karena otot wajah terasa lemah.
Mata pada sisi yang terdampak sering kali sulit ditutup sempurna sehingga memicu rasa kering atau justru berair berlebihan.
Keluhan lain yang juga sering dirasakan meliputi air liur mudah keluar, sulit meniup, sulit mengunyah, hingga rasa tidak nyaman di sekitar telinga.
Pada beberapa kasus, nyeri di area telinga dapat muncul sebelum kelemahan wajah terjadi.
Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama saat berbicara, makan, maupun berinteraksi sosial.
Faktor yang Diduga Memicu Bell’s Palsy
Penyebab pasti Bell’s Palsy hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, kondisi ini kerap dikaitkan dengan beberapa faktor yang dapat memengaruhi saraf wajah.
Infeksi virus menjadi salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan Bell’s Palsy. Selain itu, daya tahan tubuh yang menurun juga diduga meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada saraf wajah.
Stres berkepanjangan dan kelelahan fisik turut disebut dapat memicu kondisi ini. Paparan udara dingin juga kerap dikaitkan dengan munculnya keluhan Bell’s Palsy pada sebagian pasien.
Gangguan pada saraf wajah menyebabkan otot wajah kehilangan kemampuan bergerak secara normal sehingga timbul kelemahan pada salah satu sisi wajah.
Bell’s Palsy Umumnya Bisa Pulih Bertahap
Sebagian besar penderita Bell’s Palsy dapat mengalami perbaikan secara bertahap dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan.
Pemulihan akan lebih optimal apabila penanganan dilakukan lebih awal sejak gejala muncul.
Selain pemeriksaan medis, terapi fisioterapi juga menjadi salah satu langkah penting dalam membantu pemulihan fungsi otot wajah.
Penanganan dilakukan untuk membantu saraf dan otot wajah kembali bekerja secara maksimal.
Semakin cepat terapi dilakukan, peluang pemulihan fungsi wajah biasanya akan semakin baik.
Fisioterapi Jadi Salah Satu Penanganan Bell’s Palsy
Penanganan Bell’s Palsy bertujuan membantu mempercepat pemulihan saraf dan otot wajah. Salah satu metode yang sering dilakukan ialah terapi fisioterapi.
Melalui fisioterapi, pasien akan mendapatkan latihan gerakan wajah secara bertahap sesuai kondisi masing-masing. Terapi ini bertujuan membantu otot wajah kembali aktif dan mengurangi kekakuan otot.
Selain exercise therapy atau latihan gerakan wajah, penanganan juga dapat dilakukan dengan electrical stimulation untuk membantu merangsang saraf dan otot wajah.
Massage therapy juga menjadi bagian dari terapi yang membantu relaksasi otot wajah sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien selama proses pemulihan.
Segera Periksa Jika Mengalami Wajah Mencong Mendadak
Pemeriksaan sebaiknya segera dilakukan apabila seseorang mengalami wajah mencong secara tiba-tiba, sulit menggerakkan salah satu sisi wajah, kesulitan menutup mata, maupun mulut terasa tertarik sebelah.
Keluhan yang tidak membaik dalam beberapa hari juga perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut agar proses pemulihan dapat berjalan optimal.
Pemeriksaan dini penting dilakukan untuk menentukan diagnosis serta terapi yang sesuai dengan kondisi pasien.
Layanan Fisioterapi Bell’s Palsy Tersedia di Cilacap
Masyarakat yang mengalami Bell’s Palsy atau gangguan saraf wajah dapat memperoleh layanan fisioterapi di Klinik Amalia Bunda Medika Cilacap.
Layanan tersebut ditangani oleh Titin Kartiyani, S.St.Ft., M.Ft dengan jadwal praktik setiap Rabu dan Jumat pukul 18.30–21.00 WIB serta Sabtu pukul 12.30–15.00 WIB.
Klinik berlokasi di Jl. Rajiman No. 44, Kebonmanis, Cilacap Utara, Cilacap. Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui nomor 0823-2969-9844.
Informasi layanan juga tersedia melalui Instagram @amaliabunda_medika serta laman https://linktr.ee/amaliabunda_medika.***