Tummy time adalah aktivitas menengkurapkan bayi dalam keadaan sadar (tidak tidur) dengan pengawasan penuh dari orang tua.
Aktivitas ini membantu bayi melatih otot leher, bahu, lengan, punggung, hingga otot inti tubuh yang nantinya dibutuhkan untuk berguling, duduk, merangkak, dan berjalan.
Manfaat Tummy Time untuk Bayi
Melakukan tummy time secara rutin memiliki banyak manfaat, di antaranya:
- Menguatkan otot leher, bahu, punggung, dan lengan.
- Melatih kemampuan mengangkat kepala.
- Mendukung perkembangan motorik kasar.
- Membantu bayi belajar berguling dan merangkak.
- Mengurangi resiko kepala datar (flat head syndrome/plagiocephaly).
- Meningkatkan koordinasi gerakan tubuh.
- Merangsang perkembangan sensorik dan visual bayi.
Kapan Bayi Mulai Boleh Tummy Time?
Bayi sebenarnya sudah dapat mulai melakukan tummy time sejak hari-hari pertama setelah lahir, selama kondisi bayi sehat dan lahir cukup bulan.
Pada awalnya, tummy time cukup dilakukan selama 1–2 menit beberapa kali dalam sehari. Seiring bertambahnya usia dan kekuatan otot bayi, durasinya dapat ditingkatkan secara bertahap.
Cara Tummy Time yang Benar untuk Bayi
Agar tummy time aman dan nyaman, ikuti langkah-langkah berikut.
1. Pilih Waktu yang Tepat
Lakukan tummy time ketika bayi:
- Sedang terjaga.
- Tidak mengantuk.
- Tidak lapar.
- Sekitar 20–30 menit setelah menyusu agar tidak muntah.
2. Gunakan Alas yang Datar dan Aman
Letakkan bayi di atas:
- Playmat.
- Selimut tipis.
- Matras bayi.
Hindari melakukan tummy time di atas kasur yang terlalu empuk karena dapat mengganggu pernapasan bayi.
3. Mulai dengan Durasi Singkat
Untuk bayi baru lahir:
- 1–2 menit.
- Dilakukan 2–3 kali sehari.
Kemudian tingkatkan perlahan hingga total sekitar 30–60 menit per hari saat bayi berusia 3–6 bulan. Durasi tersebut dapat dibagi dalam beberapa sesi.
4. Dampingi Bayi Selama Tummy Time
Jangan pernah meninggalkan bayi sendirian saat tummy time.
Orang tua dapat:
- Berbaring di depan bayi.
- Mengajak berbicara.
- Tersenyum.
- Menyanyikan lagu.
Hal ini membuat bayi lebih nyaman dan termotivasi mengangkat kepala.
5. Gunakan Mainan yang Menarik
Tempatkan mainan berwarna cerah atau berbunyi di depan bayi agar ia terdorong mengangkat kepala dan menoleh ke berbagai arah.
6. Hentikan Bila Bayi Terlalu Rewel
Apabila bayi menangis terus-menerus atau terlihat sangat tidak nyaman, hentikan tummy time terlebih dahulu dan coba lagi di lain waktu.
Lakukan secara bertahap tanpa memaksa bayi.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Orang Tua
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat tummy time yaitu:
- Melakukan tummy time setelah bayi selesai menyusu.
- Membiarkan bayi tanpa pengawasan.
- Meletakkan bayi di kasur yang terlalu empuk.
- Memaksa bayi terlalu lama saat menangis.
- Menganggap tummy time dilakukan saat bayi tidur tengkurap.
Perlu diingat, bayi tetap harus tidur dalam posisi telentang untuk mengurangi risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS).
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter anak apabila:
- Bayi selalu menangis setiap tummy time.
- Di usia 3 bulan belum mampu mengangkat kepala dengan baik.
- Terlihat sangat lemas saat tengkurap.
- Memiliki kelainan bentuk kepala.
- Orang tua khawatir terhadap perkembangan motorik bayi.
Pemeriksaan sejak dini membantu mendeteksi adanya gangguan tumbuh kembang sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Konsultasikan Tumbuh Kembang Bayi di Klinik Amalia Bunda Medika Cilacap.
Apabila Anda memiliki pertanyaan mengenai tummy time atau ingin memantau tumbuh kembang bayi, jangan ragu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak di Klinik Utama Amalia Bunda Medika Cilacap.
Dokter akan melakukan penilaian perkembangan sesuai usia bayi serta memberikan edukasi mengenai stimulasi yang tepat.
Jadwal praktik Dokter Spesialis Anak bersama dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A adalah Senin–Kamis pukul 18.30–20.30 WIB.
Untuk informasi lebih lanjut atau reservasi, silakan menghubungi 0823-2969-9844 atau datang langsung ke Klinik Utama Amalia Bunda Medika, Jl. Rajiman No. 44, Kebonmanis, Cilacap Utara, Cilacap.