Setiap anak memiliki waktu yang berbeda untuk mulai berjalan, umumnya pada usia 9–18 bulan.
Agar kemampuan berjalan berkembang optimal, orang tua perlu memberikan stimulasi yang tepat sesuai tahap perkembangan motorik anak, tanpa memaksa atau terburu-buru menggunakan alat bantu.
Kapan Anak Mulai Belajar Berjalan?
Secara umum, tahapan perkembangan motorik anak meliputi:
- Usia 6–8 bulan: mulai duduk tanpa bantuan.
- Usia 8–10 bulan: merangkak.
- Usia 9–12 bulan: berdiri sambil berpegangan.
- Usia 10–15 bulan: mulai melangkah dengan bantuan.
- Usia 12–18 bulan: berjalan mandiri.
Jika perkembangan anak masih berada dalam rentang tersebut, orang tua tidak perlu terlalu khawatir.
7 Jenis Stimulasi agar Anak Cepat Berjalan
1. Berikan Kesempatan Tummy Time Sejak Bayi
Tummy time membantu memperkuat otot leher, bahu, punggung, hingga otot inti (core muscle).
Otot-otot inilah yang menjadi dasar agar anak mampu duduk, merangkak, berdiri, hingga berjalan.
Lakukan tummy time setiap hari sesuai usia bayi dan selalu dalam pengawasan orang tua.
2. Ajak Anak Merangkak Lebih Banyak
Merangkak merupakan tahap penting sebelum berjalan. Aktivitas ini melatih kekuatan tangan, kaki, keseimbangan, serta koordinasi tubuh.
Orang tua dapat meletakkan mainan favorit sedikit menjauh agar anak terdorong untuk bergerak meraihnya.
3. Latih Berdiri dengan Berpegangan
Ketika anak mulai mampu berdiri, biarkan ia berpegangan pada sofa, meja yang kokoh, atau pagar tempat tidur.
Aktivitas ini membantu memperkuat otot kaki sekaligus meningkatkan rasa percaya diri saat mulai belajar berdiri.
4. Pancing Anak Melangkah ke Arah Orang Tua
Duduklah beberapa langkah di depan anak sambil memanggil namanya atau menunjukkan mainan favorit.
Cara ini dapat memotivasi anak untuk mencoba melangkah secara mandiri tanpa merasa dipaksa.
5. Bermain Sambil Bergerak
Permainan sederhana seperti mengejar bola, mendorong mainan dorong (push toy), atau berjalan mengambil benda dapat melatih keseimbangan sekaligus membuat proses belajar berjalan menjadi menyenangkan. Pilih permainan yang aman dan sesuai usia anak.
6. Biarkan Anak Berjalan Tanpa Alas Kaki di Dalam Rumah
Berjalan tanpa alas kaki di lantai yang bersih dan aman membantu anak merasakan permukaan lantai dengan lebih baik sehingga keseimbangan tubuh berkembang lebih optimal. Gunakan sepatu hanya saat anak beraktivitas di luar rumah.
7. Berikan Dukungan dan Apresiasi
Belajar berjalan membutuhkan keberanian. Jangan memarahi anak ketika terjatuh karena hal tersebut merupakan bagian dari proses belajar.
Berikan pujian, tepuk tangan, atau pelukan setiap kali anak berhasil mencoba melangkah. Dukungan emosional dari orang tua sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri anak.
Kapan Orang Tua Perlu Berkonsultasi?
Segera konsultasikan ke dokter apabila:
- Anak belum bisa berdiri dengan bantuan di usia sekitar 12 bulan.
- Belum mampu berjalan hingga usia 18 bulan.
- Salah satu kaki tampak lebih lemah.
- Anak sering terjatuh disertai kekakuan atau kelemahan otot.
- Orang tua memiliki kekhawatiran terhadap tumbuh kembang anak.
Pemeriksaan sejak dini membantu mengetahui apakah keterlambatan berjalan masih dalam batas normal atau memerlukan penanganan lebih lanjut.
Konsultasikan Tumbuh Kembang Anak di Klinik Amalia Bunda Medika Cilacap
Apabila Ayah dan Bunda merasa perkembangan motorik si kecil belum sesuai usianya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak Klinik Amalia Bunda Medika Cilacap.
Dokter akan melakukan evaluasi tumbuh kembang secara menyeluruh serta memberikan saran stimulasi yang sesuai dengan kondisi dan usia anak.
Jadwal Dokter Spesialis Anak:
dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A
Senin–Kamis | Pukul 18.30–20.30 WIB
Untuk informasi jadwal dan reservasi, silakan menghubungi Klinik Amalia Bunda Medika melalui WhatsApp 0823-2969-9844 atau datang langsung ke Jl. Rajiman No. 44, Kebonmanis, Cilacap Utara, Cilacap.***