Anak susah makan merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami orang tua, terutama pada usia balita.
Tidak sedikit orang tua merasa khawatir ketika anak hanya makan beberapa suap, memilih-milih makanan, atau bahkan menolak makan sama sekali.
Padahal, tidak semua anak yang susah makan mengalami masalah kesehatan serius.
Namun, jika kondisi ini berlangsung lama hingga menyebabkan berat badan sulit naik atau pertumbuhan terganggu, orang tua perlu mencari penyebabnya dan berkonsultasi dengan dokter.
Lalu, apa saja penyebab anak susah makan?
Penyebab Anak Susah Makan
Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.
1. Sedang Mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut)
Pada usia 1–3 tahun, anak sering mengalami fase GTM, yaitu menolak makanan yang diberikan.
Kondisi ini biasanya merupakan bagian dari perkembangan anak yang sedang belajar mengenali rasa, tekstur, dan keinginannya sendiri.
Orang tua sebaiknya tidak memaksa anak makan karena justru dapat membuat anak semakin menolak makanan.
2. Sedang Sakit
Saat mengalami demam, flu, batuk, radang tenggorokan, sariawan, atau infeksi lainnya, nafsu makan anak biasanya menurun. Hal ini merupakan respons alami tubuh ketika sedang melawan penyakit.
Setelah kondisi membaik, nafsu makan umumnya akan kembali normal.
3. Terlalu Banyak Mengonsumsi Susu atau Camilan
Anak yang terlalu sering minum susu atau mengonsumsi camilan sebelum waktu makan akan merasa kenyang sehingga enggan makan makanan utama.
Sebaiknya batasi camilan dan berikan susu sesuai kebutuhan usia agar anak tetap memiliki nafsu makan saat jam makan tiba.
4. Sedang Belajar Mandiri
Memasuki usia balita, anak mulai ingin menentukan sendiri makanan yang ingin dimakan.
Mereka juga lebih mudah terdistraksi oleh mainan, televisi, atau gawai sehingga waktu makan menjadi tidak optimal.
Membiasakan makan bersama keluarga tanpa distraksi dapat membantu meningkatkan kebiasaan makan yang baik.
5. Menu Makanan Kurang Variatif
Anak juga dapat merasa bosan apabila menu yang disajikan selalu sama setiap hari.
Cobalah menyajikan makanan dengan variasi warna, bentuk, dan tekstur yang menarik agar anak lebih tertarik untuk makan.
6. Gangguan Pencernaan
Sembelit, refluks asam lambung (GERD), intoleransi makanan, atau gangguan pencernaan lainnya dapat membuat anak merasa tidak nyaman saat makan sehingga nafsu makannya berkurang.
Apabila disertai muntah berulang, nyeri perut, atau diare berkepanjangan, segera konsultasikan ke dokter.
7. Kondisi Medis Tertentu
Pada beberapa kasus, susah makan dapat menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu.
Adapun seperti anemia, alergi makanan, infeksi kronis, gangguan metabolisme, hingga gangguan tumbuh kembang.
Oleh karena itu, evaluasi oleh dokter diperlukan apabila keluhan berlangsung dalam waktu lama.
Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua antara lain:
- Tetapkan jadwal makan yang teratur setiap hari.
- Sajikan porsi kecil tetapi lebih sering.
- Variasikan menu dengan warna dan bentuk yang menarik.
- Hindari memaksa atau memarahi anak saat makan.
- Batasi camilan dan minuman manis sebelum makan.
- Ajak anak makan bersama keluarga.
- Kurangi penggunaan gadget saat waktu makan.
- Berikan pujian ketika anak mau mencoba makanan baru.
Yang terpenting, ciptakan suasana makan yang menyenangkan agar anak tidak merasa tertekan.
Konsultasikan dengan Dokter Spesialis Anak di Klinik Amalia Bunda Medika Cilacap
Apabila buah hati mengalami susah makan yang berlangsung lama, berat badan sulit naik, atau orang tua khawatir terhadap tumbuh kembangnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A, Dokter Spesialis Anak di Klinik Amalia Bunda Medika Cilacap.
Selain menangani berbagai keluhan kesehatan anak, kami juga menyediakan layanan skrining tumbuh kembang, pemantauan status gizi, konsultasi nutrisi, serta imunisasi anak sesuai usia.
Jadwal Praktik Dokter Spesialis Anak
Senin–Kamis | Pukul 18.30–20.30 WIB
📍 Klinik Utama Amalia Bunda Medika
Jl. Rajiman No. 44, Kebonmanis, Cilacap Utara, Cilacap
📞 Reservasi: 0823-2969-9844