Amalia Bunda Medika

Cara Stimulasi Neurosensori Anak, Mengapa Sensorik dan Motorik Penting untuk Kemampuan Belajar?

Bagikan :

CILACAP – Tahukah Anda bahwa aktivitas sederhana seperti bermain pasir, mendengarkan musik, menggambar, atau berlari ternyata melibatkan proses kompleks di dalam tubuh anak?. Inilah mengapa stimulasi neurosensori anak menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan sensorik, motorik, kemampuan kognitif, dan proses belajar sejak usia dini. 

Karena itu, stimulasi neurosensori anak tidak harus selalu dilakukan melalui aktivitas khusus atau permainan mahal. Banyak kegiatan sederhana yang dapat dilakukan di rumah justru memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekaligus mengembangkan kemampuan sensorik dan motoriknya.

World Health Organization (WHO) menekankan bahwa anak membutuhkan lingkungan yang aman, hubungan yang responsif, kesehatan dan nutrisi yang baik, serta kesempatan untuk belajar sejak dini agar dapat berkembang secara optimal.

Apa Itu Stimulasi Neurosensori Anak?

Secara sederhana, stimulasi neurosensori merupakan rangsangan yang membantu sistem sensorik dan motorik anak menerima, mengolah, serta memberikan respons terhadap berbagai informasi dari lingkungan.

Kemampuan sensorik berkaitan dengan bagaimana tubuh menerima informasi melalui indera. Anak menggunakan penglihatan untuk mengenali warna dan bentuk, pendengaran untuk membedakan suara, kulit untuk merasakan tekstur, hidung untuk mengenali aroma, serta lidah untuk mengenali rasa.

Sementara itu, kemampuan motorik berkaitan dengan kemampuan tubuh melakukan gerakan. Motorik kasar menggunakan kelompok otot besar untuk aktivitas seperti berjalan, berlari, melompat, dan memanjat. Adapun motorik halus melibatkan gerakan yang lebih presisi, seperti menggenggam krayon, menyusun balok, menggunakan sendok, mengancingkan baju, hingga menggunting.

Kedua kemampuan tersebut tidak berdiri sendiri. Informasi yang diterima oleh sistem sensorik akan diproses otak dan dapat memengaruhi bagaimana anak merespons melalui gerakan.

Mengapa Sensorik dan Motorik Penting untuk Kemampuan Belajar Anak?

Ketika anak bermain, sebenarnya banyak proses belajar sedang berlangsung. Saat anak melihat sebuah benda kemudian mencoba mengambilnya, misalnya, mata memberikan informasi kepada otak mengenai posisi benda. Otak kemudian mengatur respons tubuh agar tangan bergerak menuju objek tersebut.

Proses seperti ini menjadi bagian dari pengalaman belajar anak sehari-hari. Semakin banyak kesempatan anak mengeksplorasi lingkungan secara aman, semakin beragam pula pengalaman yang dapat membantu perkembangan keterampilan sensorik, motorik, kognitif, dan sosialnya.

Stimulasi juga tidak harus diberikan dalam bentuk latihan yang kaku. Aktivitas bermain bersama orang tua dapat menjadi kesempatan untuk memberikan rangsangan sekaligus membangun komunikasi dan hubungan yang positif.

WHO menyebut respons pengasuhan dan kesempatan belajar sejak dini sebagai bagian penting dari nurturing care yang mendukung perkembangan anak.

Cara Stimulasi Sensorik yang Bisa Dilakukan di Rumah

Menurut dokter spesialis anak Klinik amalia bunda medika dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A, orang tua dapat mengenalkan stimulasi sensorik melalui kegiatan sederhana yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak.

“Untuk merangsang indra peraba, misalnya, Bunda dapat mengajak anak bermain dengan air, pasir, spons, kain, rumput, plastisin, atau bahan lain dengan tekstur yang aman. Biarkan anak merasakan perbedaan permukaan sambil mengenalkan kata-kata seperti lembut, kasar, basah, kering, dingin, atau hangat,” kata dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A saat memberikan penjelasan di ruang praktek di Klinik Amalia Bunda Medika

Stimulasi visual dapat dilakukan dengan mengajak anak mengenali warna, bentuk, ukuran, atau mengikuti pergerakan benda. Sementara itu, kemampuan auditori dapat dirangsang melalui aktivitas mendengarkan musik, mengenali suara orang di rumah, atau bermain alat musik sederhana.

Pengalaman makan juga dapat menjadi bagian dari eksplorasi sensorik. Anak dapat dikenalkan pada variasi rasa, aroma, warna, dan tekstur makanan sesuai tahap perkembangannya.

Yang perlu diperhatikan, aktivitas sebaiknya dilakukan dengan pengawasan orang dewasa dan menggunakan benda yang aman bagi anak.

Kapan Anak Perlu Mendapatkan Pemeriksaan?

Stimulasi di rumah tetap memiliki batas. Jika Anda melihat adanya keterlambatan yang cukup jelas, perubahan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki, kesulitan melakukan gerakan tertentu, respons terhadap suara yang tidak sesuai harapan, atau kekhawatiran lain mengenai perkembangan anak, sebaiknya jangan menunggu terlalu lama untuk berkonsultasi.

Pemeriksaan tumbuh kembang bukan berarti anak pasti mengalami gangguan. Justru, pemeriksaan membantu orang tua mengetahui kondisi perkembangan anak dan menentukan apakah diperlukan stimulasi tambahan atau evaluasi lebih lanjut.

American Academy of Pediatrics juga merekomendasikan pemantauan perkembangan secara berkala dalam kunjungan kesehatan anak dan penggunaan skrining perkembangan pada usia tertentu maupun ketika terdapat kekhawatiran dari orang tua atau tenaga kesehatan.

Konsultasi Tumbuh Kembang Anak di Klinik Utama Amalia Bunda Medika Cilacap

Anda dapat berkonsultasi di Poli Anak Klinik Utama Amalia Bunda Medika Cilacap bersama:

dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A

Jadwal: Senin–Kamis, 18.30–20.30 WIB
Lokasi: Jl. Rajiman No. 44, Kebonmanis, Cilacap Utara, Cilacap
WhatsApp Reservasi: 0823-2969-9844