Amalia Bunda Medika

Penggunaan Gadget pada Anak: Dampak Screen Time dan Cara Mengaturnya

Bagikan :

“Sebentar lagi ya, Bun…”

Kalimat ini mungkin sering terdengar saat Ayah atau Bunda meminta anak berhenti bermain gadget. Penggunaan gadget pada anak memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik untuk belajar, mencari informasi, berkomunikasi, maupun hiburan.

Namun, ketika screen time anak terlalu banyak, waktu untuk tidur, bermain, bergerak, belajar, dan berinteraksi bersama keluarga dapat ikut berkurang. Karena itu, orang tua perlu memahami dampak gadget pada anak sekaligus mengetahui cara mengatur screen time yang sesuai dengan kebutuhan dan usia anak.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya berapa lama anak menggunakan gadget, tetapi juga apa yang ditonton atau dimainkan, tujuan penggunaannya, kapan gadget digunakan, serta apakah orang tua mendampingi.

Dampak Penggunaan Gadget Berlebihan pada Anak

Jika penggunaan gadget mulai menggantikan aktivitas penting anak, beberapa aspek kesehariannya dapat terdampak, seperti:

  • Tidur: penggunaan layar menjelang tidur dapat membuat anak lebih sulit beristirahat.
  • Aktivitas fisik: waktu bermain gadget dapat mengurangi kesempatan anak untuk bergerak dan bermain aktif.
  • Interaksi sosial: terlalu banyak waktu di depan layar dapat mengurangi kesempatan anak berkomunikasi dan bermain secara langsung.
  • Perilaku: anak dapat menjadi lebih sulit berhenti atau mudah marah ketika waktu layar berakhir.
  • Kesehatan mata: menatap layar terlalu lama dapat menyebabkan mata lelah, kering, atau penglihatan kabur sementara.
  • Tumbuh kembang: anak membutuhkan pengalaman langsung melalui bermain, bergerak, berbicara, menyentuh, dan mengeksplorasi lingkungan.

Berapa Lama Anak Boleh Screen Time?

Tidak ada satu batas waktu yang cocok untuk semua anak. Pada anak usia dini, WHO memiliki rekomendasi yang lebih spesifik. Untuk anak usia 2–4 tahun, screen time sedentari sebaiknya tidak lebih dari 1 jam per hari, dan lebih sedikit lebih baik.

Untuk anak usia sekolah dan remaja, orang tua juga perlu melihat apakah gadget mulai mengganggu tidur, aktivitas fisik, belajar, hubungan sosial, atau kesejahteraan anak.

Tips Mengatur Gadget di Rumah

Mulailah dengan aturan sederhana:

  1. Buat zona bebas gadget, seperti meja makan dan kamar tidur.
  2. Berikan peringatan sebelum waktu layar selesai.
  3. Gunakan timer agar anak memahami batas waktu.
  4. Dampingi anak saat menggunakan gadget dan diskusikan kontennya.
  5. Berikan aktivitas alternatif seperti membaca, menggambar, bermain puzzle, bersepeda, atau bermain bersama keluarga.
  6. Jadilah contoh dengan menggunakan gadget secara bijak.

Jika penggunaan gadget mulai mengganggu tidur, perilaku, aktivitas sehari-hari, interaksi sosial, atau tumbuh kembang anak, Ayah dan Bunda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak di Cilacap untuk mendapatkan penilaian sesuai kondisi anak

Konsultasi Dokter Spesialis Anak di Klinik Amalia Bunda Medika

Punya kekhawatiran tentang penggunaan gadget, screen time, perilaku, atau tumbuh kembang anak? Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak agar kondisi Si Kecil dapat dinilai sesuai kebutuhan.

👩‍⚕️ dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A
Dokter Spesialis Anak Cilacap

🗓️ Senin–Kamis | 18.30–20.30 WIB
📍 Jl. Rajiman No. 44, Kebonmanis, Cilacap Utara, Cilacap
📱 WhatsApp Reservasi: 0823-2969-9844

Yuk, dampingi tumbuh kembang Si Kecil dengan kebiasaan digital yang lebih sehat. Reservasi konsultasi dengan Dokter Spesialis Anak Klinik Amalia Bunda Medika.

Artikel ditinjau oleh: 

dr. Siti Anisa Fatmawati | Dokter Klinik Amalia Bunda Medika