Amalia Bunda Medika

Tinggi Badan Anak Tidak Bertambah, Kapan Perlu Diperiksa?

Bagikan :

Pernah merasa tinggi badan Si Kecil tidak banyak berubah meskipun usianya terus bertambah? Kondisi ini bisa membuat Ayah dan Bunda khawatir, terutama ketika melihat teman seusianya tampak lebih tinggi.

Tinggi badan anak tidak bertambah belum tentu menandakan gangguan pertumbuhan. Namun, jika pertambahan tinggi berlangsung lebih lambat dari yang diharapkan atau grafik pertumbuhan terus menurun, kondisi tersebut perlu dievaluasi.

Pertumbuhan tinggi badan dipengaruhi oleh faktor genetik, nutrisi, hormon, dan kondisi kesehatan. Karena itu, pemantauan secara berkala penting dilakukan untuk mengetahui apakah pertumbuhan anak berjalan sesuai tahap usianya.

Apa Penyebab Tinggi Badan Anak Sulit Bertambah?

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhan tinggi badan anak antara lain:

  1. Faktor genetik: Tinggi badan orang tua dapat memengaruhi potensi tinggi badan anak. Anak dari orang tua bertubuh pendek belum tentu mengalami gangguan pertumbuhan.
  2. Asupan nutrisi kurang: Kekurangan energi, protein, vitamin, dan mineral tertentu dapat memengaruhi proses pertumbuhan.
  3. Gangguan hormonal: Kondisi seperti kekurangan hormon pertumbuhan atau gangguan tiroid dapat menyebabkan pertumbuhan lebih lambat.
  4. Penyakit kronis: Gangguan pencernaan, penyakit ginjal, peradangan, atau masalah penyerapan nutrisi dapat memengaruhi pertumbuhan.
  5. Keterlambatan pertumbuhan konstitusional: Sebagian anak mengalami pertumbuhan lebih lambat dibandingkan teman seusianya, tetapi tetap mengikuti pola pertumbuhan tertentu dan mengalami percepatan saat pubertas.

Penentuan penyebab memerlukan penilaian riwayat kesehatan, keluarga, dan pola pertumbuhan anak.

Bagaimana Cara Memantau Pertumbuhan Tinggi Badan Anak?

Orang tua dapat memantau pertumbuhan dengan mengukur tinggi atau panjang badan secara berkala, kemudian mencatat hasilnya pada grafik pertumbuhan dalam Buku KIA.

WHO menyediakan standar panjang atau tinggi badan menurut umur (height-for-age) yang membantu tenaga kesehatan menilai pertumbuhan anak berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Hal penting yang perlu diperhatikan bukan hanya angka tinggi badan saat ini, tetapi juga perubahan tinggi badan dari waktu ke waktu atau kecepatan pertumbuhan (growth velocity).

Tanda Tinggi Badan Anak Perlu Diperiksa

Ayah dan Bunda sebaiknya lebih waspada apabila:

  • Tinggi badan anak jauh lebih pendek dibandingkan anak seusianya.
  • Pertambahan tinggi badan terlihat semakin lambat.
  • Posisi grafik tinggi badan turun melewati beberapa garis persentil.
  • Tinggi badan tidak sesuai dengan potensi pertumbuhan keluarga.
  • Anak juga mengalami berat badan sulit naik, nafsu makan buruk, atau keluhan kesehatan berulang.

Anak dengan tinggi badan di bawah persentil ke-3 perlu mendapatkan evaluasi lebih lanjut. Namun, anak yang berada di atas batas tersebut juga dapat memerlukan pemeriksaan apabila kecepatan pertumbuhannya menurun.

Kapan Perlu Konsultasi Dokter Anak?

Jangan menunggu sampai anak terlihat sangat pendek untuk melakukan pemeriksaan. Konsultasikan apabila tinggi badan tidak bertambah sesuai pola pertumbuhannya atau terdapat tanda-tanda yang telah disebutkan sebelumnya.

Dokter akan mengevaluasi tinggi dan berat badan, grafik pertumbuhan, riwayat kesehatan, serta tinggi badan orang tua. Jika diperlukan, pemeriksaan lanjutan seperti evaluasi hormon atau usia tulang dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi anak. Tidak semua anak membutuhkan pemeriksaan laboratorium atau terapi hormon pertumbuhan.

Konsultasi Pertumbuhan Anak di Klinik Amalia Bunda Medika Cilacap

Ayah dan Bunda yang memiliki kekhawatiran mengenai tinggi badan atau pertumbuhan Si Kecil dapat berkonsultasi dengan dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A, Dokter Spesialis Anak Klinik Amalia Bunda Medika.

Pemeriksaan membantu mengevaluasi pola pertumbuhan dan menentukan apakah anak memerlukan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut.

🗓️ Senin–Kamis | 18.30–20.30 WIB
📍 Jalan Dokter Rajiman No.36, Sabukjanur, Kebonmanis, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap
📱 WhatsApp Reservasi: 0823-2969-9844

Jadwalkan konsultasi dengan Dokter Anak Cilacap di Klinik Amalia Bunda Medika untuk membantu memantau pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil.

Referensi:

1. Diaz, A., Ayala Castro, L., & Carrillo-Iregui, A. (2025). Short Stature for the General Pediatrician. Pediatrics in Review, 46(6), 304–316. https://doi.org/10.1542/pir.2024-006538

2. Stalman, S. E., et al. (2023). Assessment of childhood short stature: a GP guide. British Journal of General Practice. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10049590/

3. Collett-Solberg, P. F., et al. (2020). Deciphering short stature in children. Frontiers in Endocrinology. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7336267/

4. World Health Organization. Length/Height-for-Age Child Growth Standards. https://www.who.int/tools/child-growth-standards/standards/length-height-for-age

5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. https://kesprimkom.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/2020permenkes02.pdf

6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA), Edisi 2024. https://kesprimkom.kemkes.go.id/assets/uploads/contents/others/Buku_KIA_2024.pdf