Amalia Bunda Medika

Serumen Prop: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Sumbatan Kotoran Telinga

Bagikan :

Telinga merupakan organ penting yang berperan dalam proses pendengaran dan membantu menjaga keseimbangan tubuh. Salah satu masalah telinga yang cukup sering terjadi adalah serumen prop, yaitu kondisi ketika kotoran telinga menumpuk dan menyumbat saluran telinga.

Dalam kondisi tertentu, penumpukan serumen dapat menyebabkan telinga terasa penuh, pendengaran berkurang, hingga menimbulkan rasa tidak nyaman. Meskipun sering dianggap sebagai masalah ringan, serumen prop perlu ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan gangguan atau cedera pada telinga.

Apa Itu Serumen Prop?

Serumen atau kotoran telinga merupakan zat alami yang diproduksi oleh kelenjar di saluran telinga. Serumen memiliki fungsi penting, yaitu melindungi telinga dari debu, kotoran, dan benda asing, sekaligus membantu menjaga kelembapan kulit saluran telinga.

Dalam keadaan normal, serumen akan bergerak keluar secara alami melalui gerakan rahang saat berbicara dan mengunyah. Oleh karena itu, telinga sebenarnya memiliki mekanisme pembersihan sendiri.

Namun, pada kondisi tertentu, serumen dapat menumpuk, mengeras, dan menyumbat saluran telinga. Sumbatan inilah yang disebut serumen prop atau impaksi serumen. Kondisi ini dapat terjadi pada salah satu maupun kedua telinga.

Apa Saja Gejala Serumen Prop?

Gejala serumen prop dapat berbeda pada setiap orang, tergantung pada tingkat penumpukan dan penyumbatan saluran telinga. Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:

  • Telinga terasa penuh atau seperti tersumbat.
  • Pendengaran berkurang atau terdengar lebih pelan.
  • Telinga berdenging (tinnitus).
  • Rasa gatal atau tidak nyaman pada telinga.
  • Nyeri telinga, terutama jika saluran telinga mengalami iritasi.
  • Pusing atau sensasi tidak seimbang pada sebagian kasus.

Pada beberapa orang, serumen prop tidak menimbulkan keluhan dan baru diketahui ketika dokter melakukan pemeriksaan telinga.

Perlu diperhatikan, penurunan pendengaran yang terjadi secara mendadak tidak boleh langsung dianggap sebagai akibat penumpukan kotoran telinga. Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan medis segera karena dapat disebabkan oleh gangguan pendengaran lain yang membutuhkan penanganan cepat.

Apa Penyebab Serumen Prop?

Serumen prop dapat terjadi ketika kotoran telinga menumpuk dan tidak dapat keluar secara alami. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya meliputi:

  1. Kebiasaan menggunakan cotton bud. Membersihkan telinga dengan cotton bud justru dapat mendorong serumen semakin dalam sehingga lebih mudah menumpuk.
  2. Produksi serumen yang berlebihan. Pada sebagian orang, kotoran telinga diproduksi lebih banyak sehingga berisiko mengalami penyumbatan.
  3. Bentuk saluran telinga. Saluran telinga yang sempit atau memiliki bentuk tertentu dapat membuat serumen lebih sulit keluar.
  4. Faktor usia. Pada lansia, serumen cenderung lebih kering dan keras sehingga lebih sulit dikeluarkan secara alami.
  5. Penggunaan alat bantu dengar atau earplug. Penggunaan alat tersebut dapat menghambat keluarnya serumen pada sebagian orang.

Bagaimana Cara Mengatasi Serumen Prop?

Penanganan serumen prop perlu disesuaikan dengan kondisi telinga dan tingkat penyumbatannya. Dokter dapat melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum menentukan metode yang tepat.

Beberapa metode yang dapat digunakan antara lain:

  • Pengeluaran serumen secara manual. Dokter menggunakan alat khusus untuk mengeluarkan kotoran telinga dengan hati-hati.
  • Irigasi telinga. Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan cairan untuk membantu mengeluarkan serumen. Namun, metode ini hanya dapat dilakukan pada pasien yang memenuhi syarat.
  • Obat tetes pelunak serumen. Obat tetes tertentu dapat membantu melunakkan kotoran telinga agar lebih mudah dikeluarkan. Penggunaannya perlu mengikuti petunjuk tenaga kesehatan atau petunjuk produk.

Obat tetes pelunak serumen maupun irigasi tidak boleh digunakan sembarangan, terutama pada orang yang memiliki riwayat gendang telinga berlubang, operasi telinga, infeksi telinga, atau keluar cairan dari telinga. Pemeriksaan terlebih dahulu diperlukan untuk memastikan metode yang aman.

Hindari mengorek telinga menggunakan cotton bud, penjepit, atau benda tajam karena dapat mendorong serumen semakin dalam, melukai saluran telinga, bahkan merusak gendang telinga. Penggunaan ear candle atau lilin telinga juga tidak dianjurkan karena tidak terbukti efektif dan berisiko menyebabkan luka bakar maupun cedera telinga.

Kapan Harus Memeriksakan Telinga ke Dokter THT?

Pemeriksaan ke dokter spesialis THT dianjurkan apabila telinga terasa tersumbat, pendengaran berkurang, atau keluhan sering berulang. Pemeriksaan juga diperlukan jika muncul nyeri telinga, cairan keluar dari telinga, demam, atau pusing yang mengganggu aktivitas.

Penurunan pendengaran yang terjadi secara mendadak, terutama dalam hitungan jam hingga beberapa hari, harus segera mendapatkan pemeriksaan medis. Jangan menunda pemeriksaan hanya karena menduga penyebabnya adalah penumpukan kotoran telinga.

Konsultasikan Keluhan Telinga ke Dokter THT di Cilacap

Serumen prop merupakan kondisi penumpukan kotoran telinga yang dapat menyebabkan telinga terasa penuh, berdenging, dan pendengaran berkurang. Meskipun cukup sering terjadi, penanganan yang tidak tepat dapat menimbulkan iritasi hingga cedera pada telinga.

Jika mengalami keluhan yang mengarah pada serumen prop, jangan mengorek telinga secara berlebihan. Periksakan kondisi telinga agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.

Klinik Utama Amalia Bunda Medika Cilacap menyediakan layanan konsultasi dokter spesialis THT untuk membantu pemeriksaan dan penanganan berbagai keluhan telinga, hidung, dan tenggorokan.

Silakan konfirmasi terlebih dahulu mengenai jadwal pelayanan dokter spesialis THT sebelum berkunjung ke klinik.

📍 Jalan Dokter Rajiman No. 36, Sabukjanur, Kebonmanis, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap

📱 WhatsApp Reservasi: 0823-2969-9844

Author: dr. Hikmah Cahyati