Amalia Bunda Medika

Anak Susah BAB, Apa Penyebab dan Kapan Perlu Diperiksa?

Bagikan :

Anak yang susah BAB sering mengejan, menangis, atau menahan keinginan buang air besar. Kondisi ini dapat membuat orang tua khawatir, terutama bila berlangsung berulang. Susah BAB atau konstipasi pada anak tidak hanya ditandai jarang BAB, tetapi juga tinja yang keras, kering, besar, atau terasa sakit saat dikeluarkan. Frekuensi BAB setiap anak bisa berbeda, sehingga konsistensi tinja dan kenyamanan saat BAB juga perlu diperhatikan.

Pada banyak anak, konstipasi fungsional berkaitan dengan kebiasaan menahan BAB dan dapat ditangani apabila dikenali sejak awal.

Apa Penyebab Anak Susah BAB?

Salah satu penyebab yang sering terjadi adalah kebiasaan menahan BAB. Anak mungkin pernah merasa sakit saat BAB, takut menggunakan toilet, enggan menghentikan permainan, atau merasa tidak nyaman memakai toilet umum. Ketika tinja terlalu lama berada di usus besar, lebih banyak air diserap sehingga tinja menjadi keras dan semakin sulit dikeluarkan.

Faktor lain yang dapat berperan meliputi asupan serat yang kurang, kurang minum, perubahan pola makan atau rutinitas, proses toilet training, serta efek samping obat tertentu. Lebih jarang, konstipasi dapat berkaitan dengan kondisi medis yang membutuhkan pemeriksaan.

Apa Tanda Konstipasi pada Anak?

Perhatikan beberapa tanda berikut:

  • BAB lebih jarang dari biasanya, termasuk dua kali atau kurang dalam seminggu.
  • Tinja keras, kering, besar, atau berbentuk butiran kecil.
  • Anak mengejan, menangis, atau mengeluh sakit saat BAB.
  • Anak menahan BAB, misalnya menyilangkan kaki atau mengencangkan bokong.
  • Perut terasa penuh atau kembung.
  • Muncul noda tinja di celana dalam, yang dapat terjadi akibat tinja cair merembes di sekitar tinja yang mengeras.

Tanda-tanda tersebut perlu dinilai bersama pola BAB dan kondisi anak secara keseluruhan.

Bagaimana Membantu Anak agar BAB Lebih Lancar?

Orang tua dapat membiasakan pola makan seimbang dengan sumber serat sesuai usia, seperti sayur, buah, dan biji-bijian, serta memastikan anak minum cukup. Ajak anak aktif bergerak dan biasakan duduk di toilet setelah makan pada waktu yang teratur.

Gunakan bangku kecil agar telapak kaki bertumpu, berikan waktu tanpa terburu-buru, dan hindari memarahi atau memaksa anak.

Jangan memberikan obat pencahar, supositoria, atau enema tanpa arahan dokter. Penanganan konstipasi dapat berbeda menurut usia, penyebab, dan tingkat keparahan.

Kapan Anak Susah BAB Perlu Diperiksa?

Konsultasikan ke dokter bila keluhan berlangsung lebih dari dua minggu, sering kambuh, tidak membaik dengan perubahan kebiasaan, atau mengganggu makan dan aktivitas anak.

Segera cari pertolongan medis bila disertai perut sangat kembung, nyeri perut menetap atau berat, muntah, darah pada tinja, atau berat badan menurun. Konstipasi sejak bulan pertama kehidupan atau riwayat terlambat mengeluarkan mekonium setelah lahir juga perlu dievaluasi.

Konsultasi Dokter Anak Cilacap

Jika Si Kecil mengalami susah BAB berulang, Ayah dan Bunda dapat berkonsultasi dengan dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A, Dokter Spesialis Anak di Klinik Amalia Bunda Medika. Dokter akan menilai riwayat BAB, pola makan, pertumbuhan, dan kondisi anak untuk menentukan langkah yang sesuai.

🗓️ Senin–Kamis | 18.30–20.30 WIB

📍 Jalan Dokter Rajiman No.36, Sabukjanur, Kebonmanis, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap

📱 WhatsApp Reservasi: 0823-2969-9844

Jadwalkan konsultasi dengan Dokter Anak Cilacap di Klinik Amalia Bunda Medika untuk membantu mengevaluasi keluhan pencernaan dan kesehatan Si Kecil.