CILACAP – Demam pada anak menjadi salah satu kondisi yang kerap membuat orang tua khawatir, terlebih ketika suhu tubuh sempat turun kemudian kembali meningkat. Kondisi tersebut tidak selalu menunjukkan penyakit serius karena demam pada dasarnya merupakan bagian dari respons alami tubuh ketika melawan infeksi.
Suhu tubuh anak dapat mengalami perubahan sepanjang hari. Anak umumnya dikatakan mengalami demam ketika suhu
tubuhnya mencapai lebih dari 38 derajat Celcius. Meski demikian, orang tua tetap perlu memperhatikan durasi demam, kondisi umum anak, serta gejala lain yang menyertainya.
Demam yang berlangsung selama beberapa hari dan tidak menunjukkan perbaikan perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Pemantauan menjadi semakin penting apabila anak terlihat lemas, sulit minum, atau menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan lainnya.
Mengapa Demam Anak Bisa Naik Turun?
Menurut dokter spesialis anak Klinik Amalia Bunda Medika Cilacap dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A, penyebab demam yang naik dan turun cukup beragam. Infeksi virus seperti flu, batuk, pilek, maupun diare merupakan salah satu penyebab yang paling sering ditemukan. Demam ringan akibat infeksi virus pada banyak kasus dapat membaik dengan sendirinya setelah beberapa hari.
Kenaikan suhu tubuh juga dapat terjadi setelah anak mendapatkan imunisasi. Kondisi tersebut merupakan bagian dari respons sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin dan umumnya bersifat sementara.
Namun, pola demam tertentu juga dapat berkaitan dengan penyakit lain. Demam berdarah dengue, misalnya, dapat menunjukkan perubahan suhu yang membuat anak tampak membaik sebelum kembali mengalami kenaikan suhu. Sementara itu, demam tifoid dapat berlangsung secara bertahap dan cenderung lebih tinggi pada waktu tertentu.
Infeksi saluran kemih juga patut dipertimbangkan apabila anak mengalami demam tanpa disertai keluhan seperti batuk atau pilek. Pada kondisi tersebut, anak dapat menjadi lebih rewel atau mengalami penurunan nafsu makan.
Karena penyebabnya berbeda-beda, pola demam saja tidak cukup untuk memastikan penyakit tertentu. Pemeriksaan dokter tetap diperlukan apabila keluhan menetap atau muncul gejala yang mengkhawatirkan.
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua di Rumah?
Ketika anak mengalami demam tetapi masih aktif, mau makan dan minum, serta tidak menunjukkan gejala berbahaya, orang tua dapat melakukan perawatan awal di rumah.
“Hal paling penting adalah memastikan kebutuhan cairan anak tetap terpenuhi. Demam dapat meningkatkan kehilangan cairan melalui keringat sehingga anak berisiko mengalami dehidrasi. Orang tua perlu memperhatikan tanda seperti mulut dan lidah kering, buang air kecil yang semakin jarang, tidak keluar air mata ketika menangis, mata tampak cekung, atau tubuh terlihat lemas.” ujar DSA Klinik Amalia Bunda Medika Cilacap dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A
Selain memberikan minum yang cukup, anak sebaiknya mendapatkan waktu istirahat yang memadai. Anak disarankan menggunakan pakaian dengan bahan yang tidak tebal. Pakaian yang terlalu tebal dapat menghalangi penurunan suhu tubuh dan agar anak tetap nyaman.
Untuk membantu memberikan rasa nyaman, orang tua dapat melakukan kompres menggunakan air hangat atau suam-suam kuku pada area seperti dahi, ketiak, maupun lipatan paha. Tingkatkan konsumsi cairan dengan lebih sering menyusui pada bayi. Pada anak yang lebih besar dengan sering memberi minum berupa air putih, jus atau susu.
Bagaimana dengan Obat Penurun Demam?
Obat penurun demam seperti paracetamol dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman akibat demam. Namun, pemberiannya perlu disesuaikan dengan usia dan berat badan anak serta mengikuti aturan dosis pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan.
Orang tua juga perlu berhati-hati ketika memberikan lebih dari satu jenis obat. Beberapa obat untuk keluhan batuk dan pilek dapat memiliki kandungan paracetamol. Penggunaan beberapa produk secara bersamaan tanpa memperhatikan kandungannya dapat meningkatkan risiko kelebihan dosis.
Karena itu, apabila orang tua masih ragu mengenai obat atau dosis yang tepat, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Kapan Demam Anak Harus Dibawa ke Dokter?
Tidak semua demam membutuhkan penanganan di rumah sakit. Namun, orang tua perlu segera mencari pertolongan medis apabila demam disertai kondisi yang tidak biasa.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain anak mengalami kejang atau leher kaku, muncul bintik atau ruam pada kulit, mengalami muntah maupun diare berulang, sulit dibangunkan, atau terlihat sangat lemas.
Tanda dehidrasi juga tidak boleh diabaikan, terutama apabila anak semakin jarang buang air kecil, tidak mengeluarkan air mata ketika menangis, atau matanya terlihat cekung.
Perubahan warna kulit, bibir, atau lidah menjadi pucat maupun kebiruan serta gangguan pernapasan seperti mengi juga membutuhkan pemeriksaan segera. Dalam kondisi tersebut, anak sebaiknya dibawa ke IGD terdekat agar dapat memperoleh evaluasi dan penanganan yang sesuai.
Demam Naik Turun Tidak Selalu Berarti Demam Berdarah
Demam yang kembali meningkat setelah sempat turun memang dapat ditemukan pada sejumlah penyakit, tetapi kondisi tersebut tidak secara otomatis berarti anak terkena demam berdarah.
Selain dengue, pola demam dapat muncul pada infeksi virus, tifoid, maupun kondisi infeksi lainnya. Pada beberapa infeksi virus, suhu tubuh dapat tinggi pada awal penyakit kemudian berangsur turun sebelum kondisi anak kembali membaik.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berpatokan pada angka termometer. Kondisi anak secara keseluruhan, lama demam, kemampuan makan dan minum, aktivitas, serta gejala lain yang muncul juga perlu diperhatikan.
Orang tua dapat mencatat kapan suhu tubuh meningkat, berapa suhu tertinggi yang terukur, obat yang diberikan, serta gejala lain yang menyertai. Catatan tersebut dapat membantu dokter mendapatkan gambaran yang lebih jelas saat melakukan pemeriksaan.
Jangan Menunda Pemeriksaan Jika Demam Menetap
Demam pada anak umumnya merupakan mekanisme tubuh dalam menghadapi infeksi dan pada sebagian kasus dapat membaik tanpa pengobatan khusus. Namun, demam yang berlangsung beberapa hari atau terus berulang perlu mendapatkan perhatian.
Apabila kondisi anak tidak kunjung membaik, muncul gejala tambahan, atau orang tua merasa kesulitan menentukan langkah penanganan, konsultasi dengan dokter merupakan pilihan yang tepat. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui penyebab demam sekaligus menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi anak.
Dengan memahami penyebab, melakukan pemantauan suhu dan kondisi tubuh, serta mengenali tanda bahaya sejak awal, orang tua dapat memberikan pertolongan yang lebih tepat ketika Si Kecil mengalami demam naik turun.
Jika kondisi anak membutuhkan pemeriksaan langsung, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis anak di Klinik Utama Amalia Bunda Medika Cilacap.