Amalia Bunda Medika

Garam Penyebab Darah Tinggi, Hoax atau Fakta?

Bagikan :

Garam hampir selalu ada dalam makanan sehari-hari. Mulai dari masakan rumahan, makanan instan, kerupuk, saus, hingga makanan olahan. Namun, benarkah garam penyebab darah tinggi? Atau anggapan tersebut hanya mitos?

Jawabannya: fakta, tetapi perlu dipahami dengan tepat. Konsumsi garam berlebihan dapat meningkatkan asupan natrium yang berhubungan dengan peningkatan tekanan darah. WHO merekomendasikan orang dewasa mengonsumsi kurang dari 2.000 mg natrium per hari, setara dengan kurang dari 5 gram garam atau sekitar satu sendok teh.

Mengapa Garam Bisa Meningkatkan Tekanan Darah?

Garam dapur terutama terdiri dari natrium dan klorida. Natrium sebenarnya dibutuhkan tubuh untuk membantu menjaga keseimbangan cairan dan fungsi normal saraf serta otot.

Masalah muncul ketika natrium dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Natrium dapat menyebabkan tubuh menahan lebih banyak cairan. Kondisi ini dapat meningkatkan volume darah sehingga tekanan pada dinding pembuluh darah ikut meningkat.

Karena itu, konsumsi natrium yang tinggi dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke.

Jadi, Apakah Garam Satu-satunya Penyebab Hipertensi?

Tidak.

Mengatakan bahwa hipertensi hanya disebabkan oleh garam adalah kurang tepat. Tekanan darah tinggi merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti faktor genetik, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, pola makan, konsumsi alkohol, stres, usia, serta kondisi kesehatan tertentu.

Namun, mengurangi asupan natrium merupakan salah satu langkah penting untuk membantu mencegah dan mengendalikan tekanan darah tinggi.

Bukan Hanya Garam Dapur yang Perlu Diperhatikan

Banyak orang merasa sudah mengurangi garam karena tidak terlalu sering menambahkan garam ke makanan. Padahal, natrium juga dapat berasal dari berbagai makanan dan bumbu lainnya.

Beberapa sumber natrium yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Makanan instan dan makanan kemasan
  • Makanan olahan dan daging olahan
  • Kerupuk dan camilan asin
  • Kecap dan saus
  • Kaldu atau penyedap
  • Makanan siap saji

WHO menyebut makanan olahan dan bumbu seperti kecap, saus ikan, serta kaldu sebagai sumber natrium yang dapat berkontribusi terhadap tingginya asupan harian.

Bagaimana Cara Mengurangi Garam?

Tidak harus langsung menghilangkan garam dari makanan. Beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan adalah mengurangi penggunaan garam saat memasak, membatasi makanan instan dan olahan, membaca label kandungan natrium pada kemasan, serta lebih sering memilih makanan segar seperti sayur, buah, dan bahan makanan yang minim proses.

Bagi penderita hipertensi, pengaturan pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jangan menghentikan obat tekanan darah tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Kesimpulan: Garam Penyebab Darah Tinggi, Hoax atau Fakta?

Fakta, konsumsi garam atau natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah. Namun, garam bukan satu-satunya faktor penyebab hipertensi. Pola hidup secara keseluruhan dan kondisi kesehatan seseorang juga berperan.

Jika tekanan darah Anda sering tinggi, sering sakit kepala, memiliki riwayat hipertensi, atau ingin mengetahui pola makan yang sesuai dengan kondisi kesehatan, pemeriksaan ke dokter dapat membantu menentukan langkah yang tepat.

Konsultasi Penyakit Dalam di Klinik Amalia Bunda Medika Cilacap

Jangan hanya mengandalkan pengurangan garam jika tekanan darah Anda sudah tinggi. Pemeriksaan dan evaluasi oleh dokter penting untuk mengetahui kondisi tekanan darah serta faktor risiko yang menyertainya. Anda dapat berkonsultasi di Poli Penyakit Dalam Klinik Amalia Bunda Medika Cilacap bersama dr. Fakhri, Sp.PD, yang praktik Senin–Jumat pukul 15.30–18.00 WIB.

Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui WhatsApp 0823-2969-9844 atau datang langsung ke Jl. Rajiman No. 44, Kebonmanis, Cilacap Utara, Cilacap.