Amalia Bunda Medika

Cara Mengatasi Beruntusan di Wajah, Kenali Penyebab dan Langkah Perawatan yang Tepat

Bagikan :

Beruntusan di wajah sering kali membuat rasa percaya diri menurun. Permukaan kulit yang terasa kasar, muncul bintik-bintik kecil, hingga makeup yang sulit menempel sempurna menjadi keluhan yang cukup umum dialami banyak orang. 

Tak sedikit pula yang mengira beruntusan sama dengan jerawat, padahal keduanya memiliki karakteristik berbeda.

Beruntusan biasanya muncul dalam bentuk benjolan kecil-kecil yang bergerombol, sering terlihat di area dahi, pipi, dagu, atau sekitar rahang. 

Kondisi ini dapat terjadi karena pori-pori tersumbat, penumpukan minyak, iritasi produk skincare, hingga kurangnya kebersihan kulit.

Kabar baiknya, beruntusan bisa diatasi dengan perawatan yang tepat dan konsisten. Namun, penting untuk memahami cara mengatasinya agar kondisi kulit tidak semakin parah.

Lalu, bagaimana cara mengatasi beruntusan di wajah dengan aman dan efektif?

Cara Mengatasi Beruntusan di Wajah dengan Perawatan yang Tepat

Perawatan beruntusan sebenarnya tidak selalu rumit. Kunci utamanya adalah menjaga kebersihan kulit, mengontrol minyak berlebih, serta menggunakan produk yang sesuai dengan kondisi wajah.

Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan.

Rutin Membersihkan Wajah agar Pori-Pori Tidak Tersumbat

Langkah paling mendasar dalam mengatasi beruntusan adalah menjaga kebersihan wajah secara rutin.

Anda disarankan mencuci muka dua kali sehari menggunakan metode double cleansing, terutama bila sering memakai makeup, sunscreen, atau beraktivitas di luar ruangan.

Double cleansing dilakukan dengan dua tahap:

  1. Membersihkan wajah menggunakan cleansing oil, cleansing balm, atau micellar water untuk mengangkat makeup dan sunscreen.
  2. Dilanjutkan dengan facial wash atau gentle cleanser yang lembut agar sisa kotoran benar-benar terangkat.

Pilih pembersih wajah yang tidak membuat kulit terasa ketarik atau terlalu kering. Kulit yang terlalu kering justru bisa memicu produksi minyak berlebih dan memperparah beruntusan.

Eksfoliasi Lembut untuk Mengangkat Sel Kulit Mati

Penumpukan sel kulit mati sering menjadi salah satu penyebab munculnya beruntusan.

Karena itu, eksfoliasi ringan dapat membantu membersihkan pori-pori dan memperbaiki tekstur kulit.

Anda bisa menggunakan exfoliating toner atau serum yang mengandung Salicylic Acid (BHA) sebanyak dua hingga tiga kali dalam seminggu.

BHA bekerja dengan masuk ke dalam pori-pori untuk membantu melarutkan minyak dan kotoran penyumbat. Kandungan ini cukup populer untuk mengatasi komedo kecil, kulit kasar, dan beruntusan ringan.

Namun, hindari eksfoliasi terlalu sering karena dapat merusak skin barrier dan menyebabkan iritasi.

Jika baru mulai menggunakan bahan aktif, gunakan secara bertahap agar kulit memiliki waktu untuk beradaptasi.

Gunakan Pelembap agar Kulit Tetap Seimbang

Masih banyak orang beranggapan bahwa kulit beruntusan tidak memerlukan pelembap karena takut semakin berminyak. Padahal, anggapan ini kurang tepat.

Kulit tetap membutuhkan hidrasi agar keseimbangan minyak terjaga.

Pilih pelembap berlabel non-comedogenic, yaitu produk yang dirancang agar tidak menyumbat pori-pori.

Selain itu, tekstur gel atau lotion ringan sering menjadi pilihan lebih nyaman bagi pemilik kulit berminyak atau kombinasi.

Kulit yang terhidrasi dengan baik juga cenderung lebih cepat pulih dari iritasi.

Jangan Lupa Gunakan Tabir Surya Setiap Hari

Paparan sinar matahari dapat memperburuk kondisi kulit, termasuk menyebabkan kemerahan, iritasi, dan bekas kehitaman setelah beruntusan sembuh.

Karena itu, penggunaan tabir surya menjadi langkah penting dalam rutinitas skincare.

Gunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap pagi dan ulangi pemakaian saat siang hari, terutama bila banyak beraktivitas di luar ruangan.

Selain melindungi dari sinar UV, sunscreen juga membantu menjaga skin barrier tetap sehat.

Gunakan Bahan Aktif untuk Beruntusan Membandel

Jika beruntusan dipicu oleh jerawat kecil atau pori tersumbat yang cukup parah, beberapa bahan aktif tertentu dapat membantu.

Misalnya:

  • Benzoyl Peroxide, membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat dan peradangan
  • Retinoid, membantu mempercepat regenerasi kulit dan mencegah penyumbatan pori

Namun, penggunaan bahan aktif ini sebaiknya dilakukan secara hati-hati karena dapat menyebabkan kulit kering atau iritasi bila dipakai berlebihan.

Mulailah dari frekuensi rendah dan sesuaikan dengan toleransi kulit Anda.

Hal yang Harus Dihindari Saat Mengatasi Beruntusan di Wajah

Selain melakukan perawatan, ada beberapa kebiasaan yang justru dapat memperparah kondisi kulit.

Jangan Memencet atau Menyentuh Wajah Terlalu Sering

Beruntusan memang terasa mengganggu, tetapi memencetnya bukan solusi.

Terlalu sering menyentuh wajah dapat memindahkan bakteri dan minyak dari tangan ke kulit sehingga memperburuk kondisi.

Beruntusan yang dipencet juga berisiko berubah menjadi jerawat meradang.

Stop Sementara Skincare yang Diduga Menjadi Pemicu

Jika beruntusan muncul setelah mencoba produk baru, pertimbangkan untuk menghentikan penggunaannya sementara.

Beberapa kandungan tertentu mungkin terlalu keras atau tidak cocok dengan kondisi kulit Anda.

Cobalah kembali ke rutinitas skincare sederhana hingga kulit lebih stabil.

Pastikan Barang yang Menyentuh Wajah Tetap Bersih

Sarung bantal, handuk, spons makeup, hingga kuas kosmetik sering kali menjadi tempat menumpuknya bakteri.

Karena itu, pastikan perlengkapan tersebut rutin dibersihkan agar tidak memperparah beruntusan.

Mengganti sarung bantal secara rutin juga dapat membantu menjaga kebersihan kulit wajah.

Kapan Harus ke Dokter Kulit?

Tidak semua beruntusan bisa hilang dengan perawatan rumahan.

Jika kondisi tidak membaik selama berminggu-minggu, terasa gatal, perih, kemerahan, atau justru semakin menyebar, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter spesialis kulit atau dermatolog.

Dokter dapat membantu menentukan penyebab pastinya sekaligus memberikan terapi medis yang sesuai, seperti chemical peeling, obat topikal, hingga perawatan laser bila diperlukan.

Salah satu layanan kesehatan yang dapat menjadi pilihan adalah Klinik Utama Amalia Bunda Medika, layanan kesehatan yang didirikan oleh Yayasan Amal Bunda dengan tujuan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk lansia dan penerima manfaat pengobatan gratis.

Kontak Kami
WA Center: 0823-2969-9844
Email: amaliabundamedika@gmail.com
Alamat: Jl. Rajiman No. 44 Kebonmanis, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah

Kesimpulannya, cara mengatasi beruntusan di wajah memerlukan kombinasi kebersihan kulit, penggunaan produk yang tepat, serta konsistensi perawatan.

Hindari kebiasaan yang memperburuk kondisi dan jangan ragu berkonsultasi ke dokter bila masalah tidak kunjung membaik.***

Leave a Comment