Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai, terutama pada anak-anak.
Sayangnya, gejala TBC pada anak sering kali tidak dikenali sejak awal karena terlihat mirip dengan penyakit biasa. Padahal, deteksi dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Melalui artikel ini, Anda akan memahami berbagai tanda TBC pada anak, mulai dari gejala umum hingga kondisi yang mengharuskan segera memeriksakan anak ke dokter.
Tanda TBC pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Ciri-ciri TBC pada anak yang paling umum adalah berat badan tidak naik atau bahkan menurun selama dua bulan berturut-turut, demam berkepanjangan tanpa sebab jelas, serta batuk kronis.
Selain itu, anak juga bisa tampak lebih lemah dari biasanya. Gejala ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda awal infeksi TBC.
Oleh karena itu, penting bagi Anda sebagai orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi anak.
Gangguan Pertumbuhan dan Berat Badan
Salah satu tanda paling khas dari TBC pada anak adalah gangguan pertumbuhan.
Anak yang sebelumnya aktif dan tumbuh normal tiba-tiba mengalami penurunan berat badan atau tidak mengalami kenaikan berat badan selama 2–3 bulan.
Hal ini terjadi meskipun asupan nutrisi anak sudah cukup. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tubuh anak sedang melawan infeksi yang cukup serius.
Jika Anda melihat berat badan anak stagnan atau menurun tanpa alasan yang jelas, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Demam Lama yang Tidak Kunjung Sembuh
Demam pada anak memang hal yang umum. Namun, demam akibat TBC biasanya memiliki ciri khusus, yakni berlangsung lebih dari dua minggu dan sering kambuh.
Biasanya, demam ini tidak terlalu tinggi, tetapi terjadi secara terus-menerus, terutama pada sore atau malam hari. Anak juga bisa terlihat berkeringat di malam hari meskipun tidak beraktivitas.
Kondisi ini sering disalahartikan sebagai flu biasa, sehingga penanganannya menjadi terlambat.
Batuk Kronis Lebih dari Dua Minggu
Batuk yang tidak kunjung sembuh juga menjadi tanda penting TBC pada anak. Jika anak mengalami batuk selama lebih dari dua hingga tiga minggu dan tidak membaik dengan obat batuk biasa, Anda perlu waspada.
Batuk ini bisa disertai dengan lendir, meskipun pada anak tidak selalu terlihat jelas seperti pada orang dewasa. Dalam beberapa kasus, batuk juga bisa disertai sesak napas.
Anak Terlihat Lesu dan Tidak Aktif
Selain gejala fisik, perubahan perilaku juga bisa menjadi indikator TBC. Anak yang biasanya aktif bermain tiba-tiba menjadi lesu, mudah lelah, dan lebih sering mengantuk.
Penurunan energi ini disebabkan oleh infeksi yang menguras daya tahan tubuh. Anak juga cenderung kehilangan nafsu makan, sehingga memperparah kondisi kesehatannya.
Jika Anda melihat anak tidak bersemangat seperti biasanya, jangan anggap sepele.
Pembesaran Kelenjar Getah Bening
Tanda lain yang sering muncul adalah pembesaran kelenjar getah bening. Biasanya berupa benjolan kecil yang tidak terasa sakit, terutama di area leher, ketiak, atau lipatan paha.
Benjolan ini sering kali tidak disadari karena tidak menimbulkan rasa nyeri. Namun, jika ukurannya terus membesar, kondisi ini perlu segera diperiksa oleh tenaga medis.
Gejala Tambahan yang Perlu Diperhatikan
Selain gejala utama, ada beberapa tanda lain yang bisa muncul pada anak dengan TBC, antara lain:
- Keringat berlebih di malam hari tanpa aktivitas
- Sesak napas, terutama pada kondisi yang lebih berat
- Diare yang terjadi berulang
- Nafsu makan menurun drastis
Gejala tambahan ini biasanya muncul seiring perkembangan penyakit.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan jika Anda menemukan satu atau lebih gejala di atas, terlebih jika berlangsung lama.
Risiko TBC akan semakin tinggi jika anak memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TBC dewasa, misalnya anggota keluarga di rumah.
Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk memastikan diagnosis dan mencegah komplikasi yang lebih serius.
Pentingnya Deteksi dan Penanganan Dini
TBC pada anak sebenarnya bisa disembuhkan jika ditangani dengan tepat. Pengobatan biasanya memerlukan waktu cukup lama, namun hasilnya akan optimal jika dilakukan secara disiplin.
Selain itu, pencegahan juga penting, seperti memastikan anak mendapatkan imunisasi BCG, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari kontak dengan penderita TBC aktif.
Dengan penanganan yang tepat, anak dapat kembali tumbuh sehat dan aktif seperti semula.
Layanan Kesehatan untuk Pemeriksaan Anak
Jika Anda membutuhkan layanan kesehatan terpercaya, Anda dapat mengunjungi Klinik Utama Amalia Bunda Medika.
Klinik ini merupakan layanan kesehatan yang didirikan oleh Yayasan Amal Bunda dengan tujuan memberikan pelayanan terbaik, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan pengobatan.
Kontak:
- WA Center: 0823-2969-9844
- Email: amaliabundamedika@gmail.com
- Alamat: Jl. Rajiman No. 44 Kebonmanis, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah
Dengan fasilitas yang memadai, Anda bisa mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat untuk anak.***