Amalia Bunda Medika

Dokter Anak Cilacap Ungkap Panduan Memilih Mainan Edukatif Sesuai Usia Bayi 0–9 Bulan

Bagikan :
dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc, Sp.A

Memilih mainan untuk bayi ternyata tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Menurut dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc, Sp.A, Dokter Spesialis Anak di Klinik Amalia Bunda Medika Cilacap, setiap mainan sebaiknya disesuaikan dengan usia dan kemampuan bayi agar stimulasi yang diberikan tepat sasaran. 

“Pemilihan mainan harus disesuaikan dengan tahap usia dan kemampuan bayi agar stimulasi yang diberikan lebih efektif,” jelasnya.

Panduan Memilih Mainan Edukatif

Mengenal Dunia Warna dan Suara di Usia 0–2 Bulan

Pada dua bulan pertama kehidupannya, bayi sedang belajar mengenal dunia. Penglihatan mereka masih terbatas, sehingga warna-warna kontras seperti hitam-putih atau merah-hitam akan lebih mudah ditangkap oleh mata bayi.

Untuk tahap ini, dr. Lestarina menyarankan mainan dengan pola kontras tinggi dan suara lembut.

  • High contrast mobile, mainan gantung dengan kombinasi warna tajam,
  • Cermin bayi anti pecah, yang membantu bayi mengenali pantulan dirinya,
  • Lullaby mobile atau mainan musik lembut untuk menenangkan sekaligus merangsang pendengaran.

Bermain di usia ini memberikan manfaat penting, seperti melatih fokus penglihatan, mengenalkan arah suara, dan merangsang refleks kepala bayi agar mengikuti sumber cahaya atau bunyi.

Fase 2–4 Bulan: Saatnya Latih Koordinasi Mata dan Tangan

Memasuki usia dua hingga empat bulan, bayi mulai aktif menggerakkan tangan, menggenggam benda, dan mengamati sekitarnya. Ini menjadi waktu ideal untuk melatih koordinasi mata dan tangan.

Jenis mainan ini direkomendasikan oleh dr. Lestarina.

  • Rattle ringan atau mainan gemerincing yang mudah digenggam.
  • Crinkle cloth book, buku kain dengan tekstur beragam yang berbunyi saat diremas.
  • Finger puppet atau boneka jari berwarna mencolok yang menarik perhatian bayi.

“Pada usia ini, stimulasi lewat mainan membantu memperkuat otot leher dan lengan serta meningkatkan respons bayi terhadap suara,” jelas dr. Lestarina.

Selain itu, bermain juga membantu bayi belajar mengendalikan gerakan tangan untuk menggenggam dan melepaskan benda.

Fase 6–9 Bulan: Saatnya Belajar Bergerak dan Bersosialisasi

Di usia enam hingga sembilan bulan, bayi mulai duduk, merangkak, dan ingin menjelajahi lingkungannya. Inilah masa penting untuk mengasah keseimbangan dan kemampuan motorik.

Beberapa mainan yang disarankan antara lain sebagai berikut.

  • Ring stacker, mainan menyusun cincin warna-warni yang melatih koordinasi dan konsentrasi,
  • Soft crawl ball, bola lembut yang memancing bayi untuk merangkak mengejarnya,
  • Hand puppet atau boneka tangan untuk memperkenalkan interaksi sosial.

Melalui bermain aktif, bayi belajar menjaga keseimbangan, mengasah motorik halus, sekaligus membangun hubungan emosional dengan orang tua. Kegiatan bermain bersama juga menjadi kesempatan untuk menanamkan rasa percaya diri dan kebahagiaan sejak dini.

Bermain adalah Bentuk Belajar

dr. Lestarina menegaskan bahwa bermain merupakan salah satu bentuk belajar yang paling alami bagi bayi.

“Dengan memilih mainan yang sesuai usia, orang tua membantu tumbuh kembang anak secara fisik, kognitif, emosional, dan sosial,” tuturnya.

Namun, setiap anak memiliki ritme perkembangan yang berbeda. Jika orang tua ingin memastikan tumbuh kembang si kecil berjalan optimal, konsultasi dengan dokter spesialis anak sangat disarankan.

Konsultasi Tumbuh Kembang Anak di Cilacap

Bagi orang tua di wilayah Cilacap, pemeriksaan tumbuh kembang bayi dapat dilakukan bersama dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc, Sp.A di Klinik Amalia Bunda Medika, beralamat di Jl. Rajiman No. 36, Kebonmanis, Cilacap Utara.

  • Jadwal praktik: Senin–Kamis pukul 18.30–20.30 WIB 
  • Reservasi dapat dilakukan melalui WhatsApp di 0823-2969-9844

Dampingi tumbuh kembang anak dengan kasih sayang, stimulasi yang tepat, dan pendampingan dokter spesialis anak di Klinik Amalia Bunda Medika.***

Leave a Comment