Pernah merasa telinga seperti tersumbat atau kemasukan air setelah berenang maupun mandi? Kondisi ini cukup sering terjadi dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan membuat pendengaran terasa sedikit berkurang.
Namun, telinga terasa penuh tidak selalu disebabkan oleh air yang masih tertinggal di dalam telinga. Ada beberapa kondisi lain yang dapat menimbulkan keluhan serupa dan perlu diperhatikan.
1. Mengapa Telinga Terasa Penuh Setelah Mandi atau Berenang?
Ada beberapa kemungkinan penyebab telinga terasa penuh, di antaranya:
- Air terperangkap di liang telinga. Air yang tidak segera keluar dapat menimbulkan sensasi seperti ada cairan di dalam telinga.
- Penumpukan kotoran telinga (serumen). Kotoran telinga yang menumpuk dapat menyumbat liang telinga. Ketika terkena air, serumen dapat menyerap kelembapan dan membuat sensasi tersumbat semakin terasa.
- Radang liang telinga (otitis externa). Kondisi ini dikenal sebagai swimmer’s ear. Kelembapan berlebih dapat mengganggu lapisan pelindung liang telinga sehingga bakteri lebih mudah berkembang dan menyebabkan peradangan.
2. Kenali Gejala yang Menyertai
Selain rasa penuh atau tersumbat, setiap penyebab dapat menimbulkan gejala berbeda. Air yang terperangkap biasanya menimbulkan sensasi basah atau bergoyang di dalam telinga.
Sementara itu, penumpukan serumen dapat disertai pendengaran berkurang, gatal, atau telinga berdenging. Pada otitis externa, keluhan dapat berupa nyeri saat daun telinga ditarik atau ditekan, gatal, kemerahan, bengkak, hingga keluarnya cairan dari telinga.
Jika telinga terasa penuh disertai nyeri atau gangguan pendengaran, penyebabnya perlu diperiksa lebih lanjut.
3. Bagaimana Cara Mengatasinya?
Jika keluhan muncul setelah mandi atau berenang, coba miringkan kepala ke arah telinga yang terasa penuh agar air dapat keluar secara alami. Keringkan bagian luar telinga menggunakan handuk bersih.
Hindari memasukkan cotton bud, jari, atau benda lain ke dalam liang telinga. Kebiasaan tersebut dapat melukai kulit telinga dan mendorong kotoran semakin masuk ke dalam.
Jangan menggunakan obat tetes telinga sembarangan, terutama jika belum diketahui kondisi gendang telinga. Penanganan perlu disesuaikan dengan penyebabnya.
4. Kapan Perlu Diperiksa Dokter THT?
Periksakan telinga ke dokter THT apabila rasa penuh tidak kunjung membaik, sering berulang, disertai nyeri, keluar cairan, atau pendengaran menurun.
Segera cari pertolongan medis jika terjadi penurunan pendengaran secara tiba-tiba, nyeri berat, demam, atau pembengkakan di sekitar telinga. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk mengetahui kondisi liang telinga dan gendang telinga sehingga penanganannya tepat.
5. Periksa Kesehatan Telinga di Dokter THT Cilacap
Jangan mengabaikan telinga yang terasa penuh, terutama jika disertai keluhan lain. Konsultasikan masalah kesehatan telinga bersama dr. Mahastini, Sp.THT-KL di Poli THT Klinik Utama Amalia Bunda Medika Cilacap.
Jadwal praktik: Senin–Jumat | 19.00–21.00 WIB
Alamat: Jalan Dokter Rajiman No. 36, Sabukjanur, Kebonmanis, Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap.
Reservasi WhatsApp: 0823-2969-9844
Kenali penyebabnya dan dapatkan pemeriksaan yang sesuai agar kesehatan pendengaran tetap terjaga.
- Referensi:
Approach to otitis externa — ulasan klinis mengenai penyebab, gejala, faktor risiko, dan penanganan otitis externa. PMC - Clinical Practice Guideline (Update): Earwax (Cerumen Impaction) — panduan klinis mengenai penumpukan serumen dan gejalanya. PubMed
- AAO-HNSF Clinical Practice Guideline: Acute Otitis Externa — panduan diagnosis, penanganan, dan pencegahan radang liang telinga. Wiley Online Library+1
- Swimmer’s Ear — MedlinePlus, informasi medis mengenai penyebab dan faktor risiko infeksi telinga luar. MedlinePlus