Amalia Bunda Medika

Rumah Sahabat Lansia: Kontribusiku sebagai Dokter di Indonesia

Bagikan :

Setiap tanggal 24 Oktober, Indonesia memperingati Hari Dokter Nasional sebagai momentum untuk mengenang peran dan pengabdian dokter dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa profesi dokter bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan kemanusiaan yang menuntut ilmu pengetahuan, integritas, empati, dan tanggung jawab. Melalui momentum ini, setiap dokter diajak untuk kembali merefleksikan kontribusinya bagi kesehatan bangsa.

Salah satu bentuk kontribusi nyata yang saya lakukan sebagai dokter adalah berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial. Melalui kegiatan ini, pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, pemberian obat, serta edukasi kesehatan menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat menjaga kesehatannya. Salah satu kegiatan bakti sosial yang memiliki makna mendalam bagi saya adalah Rumah Sahabat Lansia.

Rumah Sahabat Lansia menjadi wadah kepedulian bagi para lanjut usia agar mereka mendapatkan perhatian dan pelayanan kesehatan yang layak. Melalui program ini, para lansia memperoleh pemeriksaan dan pengobatan secara gratis sehingga memiliki kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya tanpa terbebani biaya.

Bagi saya, melayani para lansia bukan hanya tentang memeriksa tekanan darah, menegakkan diagnosis, atau memberikan obat. Lebih dari itu, pelayanan kepada lansia membutuhkan kesabaran, kemampuan mendengarkan dengan saksama, serta komunikasi yang baik. Terkadang, yang mereka butuhkan bukan hanya pengobatan, tetapi juga seseorang yang bersedia hadir, menemani, dan mendengarkan cerita mereka.

Saya percaya bahwa kontribusi seorang dokter tidak harus dimulai dari hal-hal besar. Setiap pasien yang mendapatkan pelayanan dengan baik, setiap masyarakat yang memperoleh pengetahuan baru tentang kesehatan, serta setiap lansia yang terbantu melalui pengobatan gratis merupakan bagian dari langkah kecil menuju Indonesia yang lebih sehat.

Melalui Rumah Sahabat Lansia, saya berusaha menjalankan profesi dokter bukan hanya sebagai pekerjaan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kemanusiaan. Pada akhirnya, Hari Dokter Nasional menjadi pengingat bagi saya untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan mempertahankan kepedulian terhadap sesama.

Selamat Hari Dokter Nasional, 24 Oktober.

Mengabdi dengan ilmu, melayani dengan hati. Menjangkau masyarakat melalui bakti sosial dan menghadirkan kepedulian bagi lansia melalui Rumah Sahabat Lansia. Karena setiap langkah kecil dalam pelayanan kesehatan merupakan bagian dari perjalanan menuju Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera.

Author: dr. Hikmah Cahyati