Pernah meminta anak mengambil mainan, menyimpan sepatu, atau memberikan benda tertentu, tetapi Si Kecil justru tidak memahami instruksi tersebut? Kondisi ini terkadang terjadi karena anak sedang tidak fokus. Namun, apabila anak sulit memahami perintah sederhana secara berulang, orang tua perlu memperhatikan perkembangan bahasa dan kemampuan komunikasinya.
Memahami ucapan orang lain merupakan bagian dari perkembangan bahasa reseptif (receptive language). Kemampuan ini berbeda dengan bahasa ekspresif, yaitu kemampuan anak menyampaikan keinginan melalui kata-kata atau kalimat.
Apa Penyebab Anak Sulit Memahami Perintah?
Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi kemampuan anak memahami instruksi, antara lain:
- Tahap perkembangan bahasa: kemampuan memahami kata dan instruksi berkembang secara bertahap sesuai usia anak.
- Gangguan pendengaran: anak mungkin kesulitan menangkap suara atau memahami percakapan dengan jelas.
- Keterlambatan bahasa reseptif: anak mengalami kesulitan memahami kata, kalimat, atau instruksi yang diberikan.
- Gangguan perkembangan: kondisi tertentu, termasuk gangguan perkembangan saraf, dapat memengaruhi kemampuan komunikasi dan memahami bahasa.
Tanda yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
Ayah dan Bunda perlu memperhatikan apabila anak:
- Sulit mengikuti instruksi sederhana seperti “ambil bola” atau “simpan mainan”.
- Tidak memahami kata atau benda yang sering disebutkan.
- Jarang merespons ketika diajak berbicara.
- Kesulitan menunjuk benda atau bagian tubuh ketika diminta.
- Tampak mengalami hambatan dalam perkembangan bicara dan komunikasi.
- Kehilangan kemampuan memahami instruksi yang sebelumnya sudah dikuasai.
Sebagai gambaran, anak umumnya mulai mampu mengikuti instruksi satu langkah sekitar usia 18 bulan. Pada usia 2 tahun, kemampuan memahami perintah sederhana semakin berkembang. Pencapaian setiap anak dapat bervariasi, sehingga milestone perlu dinilai bersama aspek perkembangan lainnya.
Cara Melatih Kemampuan Memahami Instruksi Anak
Orang tua dapat membantu melalui kegiatan sederhana:
- Gunakan kalimat pendek dan jelas.
- Berikan satu instruksi dalam satu waktu.
- Sertakan gerakan atau contoh agar anak lebih mudah memahami.
- Ajak anak bermain sambil mengenalkan nama benda.
- Biasakan membaca buku dan berkomunikasi dua arah.
- Berikan waktu kepada anak untuk memahami dan merespons.
Konsultasi Dokter Anak Cilacap
Ayah dan Bunda yang memiliki kekhawatiran mengenai kemampuan memahami instruksi, perkembangan bahasa, atau komunikasi Si Kecil dapat berkonsultasi dengan dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A, Dokter Spesialis Anak di Klinik Amalia Bunda Medika.
🗓️ Senin–Kamis | 18.30–20.30 WIB
📍 Jalan Dokter Rajiman No.36, Sabukjanur, Kebonmanis, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap
📱 WhatsApp Reservasi: 0823-2969-9844
Jadwalkan konsultasi dengan Dokter Anak Cilacap di Klinik Amalia Bunda Medika untuk membantu mengevaluasi perkembangan bahasa dan komunikasi Si Kecil.
Referensi:
1. Liang, W. H. K., Gn, L. W. E., Tan, Y. C. D., & Tan, G. H. (2023). Speech and Language Delay in Children: A Practical Framework for Primary Care Physicians. Singapore Medical Journal, 64(12), 745–750. https://doi.org/10.4103/singaporemedj.SMJ-2022-051.
2. Feldman, H. M. (2019). How Young Children Learn Language and Speech: Implications of Theory and Evidence for Clinical Pediatric Practice. Pediatrics in Review, 40(8), 398–411. https://doi.org/10.1542/pir.2017-0325.
3. American Speech-Language-Hearing Association. Late Language Emergence. ASHA Practice Portal. https://www.asha.org/practice-portal/clinical-topics/late-language-emergence/
4. American Academy of Pediatrics. (2020). Promoting Optimal Development: Identifying Infants and Young Children With Developmental Disorders Through Developmental Surveillance and Screening. Pediatrics, 145(1), e20193449. https://doi.org/10.1542/peds.2019-3449.
5. Centers for Disease Control and Prevention. Developmental Milestones. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/