Radang amandel atau tonsilitis merupakan peradangan pada tonsil, yaitu dua jaringan kecil yang berada di bagian belakang tenggorokan. Kondisi ini cukup sering dialami anak-anak, tetapi juga dapat terjadi pada orang dewasa. Gejalanya meliputi sakit tenggorokan, nyeri saat menelan, demam, hingga pembengkakan amandel.
Sebagian besar kasus dapat membaik dengan penanganan sesuai penyebabnya. Namun, jika radang amandel sering kambuh atau mengganggu pernapasan, pemeriksaan oleh dokter THT Cilacap dapat membantu menentukan penanganan yang tepat.
1. Apa Penyebab Radang Amandel?
Radang amandel umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Infeksi virus merupakan penyebab yang paling sering ditemukan. Sementara itu, salah satu bakteri yang dapat menyebabkan tonsilitis adalah Streptococcus pyogenes atau Group A Streptococcus.
Penularan dapat terjadi melalui percikan cairan pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau melalui kontak dekat.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko antara lain:
- Sering berinteraksi dengan orang yang sedang mengalami infeksi saluran pernapasan.
- Paparan virus atau bakteri di lingkungan sekolah dan tempat kerja.
- Kebiasaan menjaga kebersihan tangan yang kurang baik.
- Daya tahan tubuh yang sedang menurun.
2. Gejala Radang Amandel yang Perlu Dikenali
Gejala tonsilitis dapat berbeda pada setiap orang, tergantung penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa tanda yang umum ditemukan meliputi:
- Sakit tenggorokan dan nyeri saat menelan.
- Amandel membengkak dan tampak kemerahan.
- Muncul bercak putih atau nanah pada amandel.
- Demam dan tubuh terasa lemas.
- Pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
- Bau mulut dan perubahan suara.
Pada anak-anak, radang amandel terkadang disertai penurunan nafsu makan, rewel, atau kesulitan menelan makanan.
3. Kapan Radang Amandel Perlu Dioperasi?
Tidak semua radang amandel membutuhkan operasi. Dokter biasanya mempertimbangkan tonsilektomi atau operasi pengangkatan amandel apabila infeksi terjadi berulang kali, menimbulkan komplikasi, atau menyebabkan gangguan pernapasan saat tidur akibat pembesaran amandel.
Salah satu acuan klinis yang digunakan untuk mempertimbangkan operasi pada infeksi berulang adalah:
- Minimal 7 episode dalam satu tahun terakhir.
- Minimal 5 episode per tahun selama dua tahun berturut-turut.
- Minimal 3 episode per tahun selama tiga tahun berturut-turut.
Episode tersebut perlu terdokumentasi secara medis dan memenuhi kriteria klinis tertentu. Angka ini bukan aturan mutlak; keputusan operasi tetap mempertimbangkan kondisi dan manfaat bagi pasien.
4. Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter THT?
Segera konsultasikan jika sakit tenggorokan sering kambuh, amandel membesar, atau nyeri menelan tidak kunjung membaik. Kesulitan bernapas, tidak mampu menelan cairan, atau tanda dehidrasi memerlukan pertolongan medis segera.
5. Konsultasi Dokter THT Cilacap di Amalia Bunda Medika
Jika Anda atau anak mengalami keluhan radang amandel, pemeriksaan bersama dokter spesialis THT-KL dapat membantu menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai.
Poli THT Klinik Utama Amalia Bunda Medika, Cilacap, melayani konsultasi bersama dr. Mahastini, Sp.THT-KL.
Jadwal praktik: Senin–Jumat | 19.00–21.00 WIB.
Untuk informasi dan reservasi, hubungi WhatsApp 0823-2969-9844.
Jangan abaikan radang amandel yang sering kambuh. Kenali gejalanya dan konsultasikan dengan dokter THT untuk mendapatkan penanganan yang tepat.