Rasa mual di tenggorokan adalah keluhan yang kerap dianggap sepele, padahal bisa sangat mengganggu aktivitas harian Anda.
Sensasinya beragam, mulai dari terasa mengganjal, ingin muntah, panas di dada hingga tenggorokan terasa berlendir.
Kondisi ini sering muncul tiba-tiba dan membuat orang khawatir, terutama jika terjadi berulang.
Secara medis, tenggorokan terasa mual paling sering disebabkan oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan.
Kondisi ini dikenal sebagai GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) atau LPRD (Laryngopharyngeal Reflux).
Ketika asam lambung naik, dinding kerongkongan dan tenggorokan akan teriritasi karena jaringan di area tersebut tidak dirancang untuk terpapar asam dalam waktu lama.
Akibatnya, muncul rasa mual, tidak nyaman, hingga refleks ingin muntah.
Mengenal Penyebab Mual di Tenggorokan
Agar penanganannya tepat, Anda perlu memahami apa saja penyebab utama tenggorokan terasa mual. Berikut penjelasan yang paling sering ditemui:
1. GERD atau LPRD (Penyakit Asam Lambung)
Pada kondisi ini, katup antara lambung dan kerongkongan (sfingter esofagus bawah) melemah atau tidak menutup sempurna.
Akibatnya, asam lambung mudah naik hingga ke kerongkongan bahkan mencapai tenggorokan.
Selain mual, gejala lain yang sering menyertai adalah rasa panas di dada (heartburn), suara serak, batuk kering, dan tenggorokan terasa penuh lendir.
2. Radang Tenggorokan atau Tonsilitis
Infeksi bakteri atau virus yang menyebabkan radang tenggorokan dan amandel dapat memicu rasa tidak nyaman.
Pembengkakan dan iritasi di area ini bisa merangsang refleks muntah, sehingga tenggorokan terasa mual, terutama saat menelan.
3. Gastritis atau Sakit Maag
Peradangan pada dinding lambung tidak hanya menimbulkan nyeri ulu hati, tetapi juga dapat menyebabkan mual yang menjalar hingga ke tenggorokan.
Pada beberapa orang, sensasi ini terasa seperti ingin muntah meski perut tidak terlalu sakit.
4. Kecemasan dan Stres
Faktor psikologis ternyata berpengaruh besar. Saat cemas atau stres berlebihan, tubuh melepaskan hormon tertentu yang dapat memengaruhi kerja saluran cerna.
Akibatnya, muncul sensasi mengganjal di tenggorokan, mual, atau perasaan tidak nyaman tanpa sebab fisik yang jelas.
5. Efek Samping Makanan dan Obat
Konsumsi makanan pedas, asam, berlemak, berkafein, serta minuman bersoda dapat memicu produksi asam lambung berlebih.
Selain itu, beberapa jenis obat, seperti obat nyeri atau antibiotik tertentu, juga bisa menimbulkan efek samping mual di tenggorokan.
Cara Mengatasi Mual di Tenggorokan yang Bisa Anda Coba
Kabar baiknya, keluhan mual di tenggorokan umumnya bisa dikurangi dengan perubahan gaya hidup sederhana. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan:
1. Atur Pola Makan
Cobalah makan dengan porsi kecil namun lebih sering. Hindari makan terlalu cepat karena dapat meningkatkan tekanan di lambung. Selain itu, sebaiknya tidak makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur.
2. Hindari Pemicu Asam Lambung
Kurangi konsumsi makanan pedas, asam, berminyak, cokelat, kopi, dan soda. Jika Anda sudah mengetahui makanan tertentu yang memicu keluhan, sebaiknya benar-benar dihindari.
3. Tidur dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi
Gunakan bantal tambahan agar posisi kepala dan dada sedikit lebih tinggi saat tidur. Cara ini membantu mencegah asam lambung naik ke tenggorokan pada malam hari.
4. Jangan Langsung Berbaring Setelah Makan
Beri jeda minimal 2–3 jam setelah makan sebelum Anda tidur atau berbaring. Kebiasaan langsung rebahan setelah makan dapat memperparah refluks asam.
5. Minum Air Hangat
Air hangat dapat membantu menenangkan iritasi di tenggorokan dan membantu membersihkan sisa asam yang naik. Hindari minuman dingin atau bersoda saat keluhan muncul.
Selain langkah-langkah di atas, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, dan mengelola stres juga berperan penting dalam mencegah mual di tenggorokan kambuh.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika keluhan mual di tenggorokan tidak membaik meski sudah melakukan berbagai cara, Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.
Terlebih jika disertai gejala serius seperti nyeri dada hebat, berat badan turun tanpa sebab jelas, muntah berulang, atau kesulitan menelan.
Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan menentukan terapi yang tepat.
Bagi Anda yang membutuhkan layanan kesehatan, Klinik Utama Amalia Bunda Medika hadir sebagai fasilitas layanan kesehatan yang didirikan oleh Yayasan Amal Bunda.
Klinik ini memiliki tujuan untuk selalu berdaya dalam memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi para lansia maupun penerima manfaat pada program pengobatan gratis.
Kontak Klinik Utama Amalia Bunda Medika:
WA Center: 0823-2969-9844
Email: amaliabundamedika@gmail.com
Alamat: Jl. Rajiman No. 44 Kebonmanis, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah
Dengan mengenali penyebab dan cara mengatasinya sejak dini, Anda bisa mencegah mual di tenggorokan menjadi keluhan berkepanjangan.
Jangan ragu untuk mencari bantuan medis jika gejala terus berulang agar kualitas hidup Anda tetap terjaga.***