Setiap 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Dunia, menjadi pengingat bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Pikiran, perasaan, kualitas tidur, kemampuan bekerja, dan hubungan dengan orang lain juga menjadi bagian penting dari kesehatan.
Stres sesekali merupakan bagian dari kehidupan. Namun, rasa cemas, sedih, atau kehilangan semangat yang menetap dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya tidak dianggap sepele.
Apa yang Dimaksud dengan Kesehatan Mental?
Kesehatan mental menggambarkan kondisi ketika seseorang mampu menjalani aktivitas, menghadapi tekanan kehidupan, menjaga hubungan sosial, serta mengelola pikiran dan emosinya dengan baik.
Masalah kesehatan mental dapat muncul dalam berbagai bentuk, termasuk kecemasan, depresi, gangguan tidur, hingga gangguan penyesuaian terhadap stres. Dalam PPDGJ III, gangguan kecemasan dan gangguan suasana perasaan memiliki kriteria tertentu berdasarkan jenis, lama, serta beratnya gejala yang dialami.
Gangguan mental bukan sekadar persoalan “kurang kuat menghadapi masalah”. Kondisi ini dapat membutuhkan penilaian dan penanganan medis sebagaimana penyakit lainnya.
Apa yang Dapat Memengaruhi Kesehatan Mental?
Tidak ada satu penyebab yang berlaku untuk semua orang. Kondisi kesehatan mental dapat dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis, psikologis, lingkungan, kondisi kesehatan fisik, dan tekanan kehidupan.
Beberapa keadaan yang dapat meningkatkan beban mental antara lain masalah keluarga atau pekerjaan, kehilangan orang terdekat, penyakit kronis, masalah ekonomi, kurangnya dukungan sosial, serta stres yang berlangsung terus-menerus.
Tidur juga memiliki hubungan erat dengan kondisi mental. Gangguan tidur kronis sering ditemukan bersamaan dengan kecemasan atau depresi, sehingga keluhan tidur yang menetap sebaiknya dievaluasi secara menyeluruh dan tidak hanya diatasi dengan obat tidur.
Tanda Kesehatan Mental yang Perlu Diperhatikan
Perubahan suasana hati sesaat belum tentu merupakan gangguan mental. Namun, keluhan perlu diperhatikan apabila berlangsung menetap, semakin berat, atau mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.
Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
- Merasa sedih, kosong, atau putus asa berkepanjangan.
- Kehilangan minat terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai.
- Rasa cemas atau khawatir yang sulit dikendalikan.
- Mudah lelah dan kehilangan energi.
- Sulit berkonsentrasi atau mengambil keputusan.
- Gangguan tidur atau perubahan pola tidur.
- Nafsu makan berubah.
- Menarik diri dari keluarga atau lingkungan.
- Merasa tidak berharga atau bersalah berlebihan.
PPDGJ III juga memasukkan pikiran atau tindakan membahayakan diri sebagai salah satu tanda serius pada episode depresif.
Apa yang Bisa Dilakukan dan Kapan Harus Mencari Pertolongan?
Menjaga kesehatan mental dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti mempertahankan pola tidur yang cukup, melakukan aktivitas fisik, menjaga komunikasi dengan orang yang dipercaya, membatasi stresor yang dapat dikendalikan, serta menyediakan waktu untuk beristirahat.
Jika kecemasan, kesedihan, gangguan tidur, atau kehilangan minat berlangsung terus dan mulai mengganggu pekerjaan, hubungan sosial, maupun aktivitas sehari-hari, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan dianjurkan. Evaluasi diperlukan untuk menentukan penyebab serta pilihan penanganan yang sesuai.
Segera mencari pertolongan apabila seseorang mengalami keinginan menyakiti diri, pikiran untuk bunuh diri, perilaku yang membahayakan diri atau orang lain, kebingungan berat, atau perubahan perilaku secara drastis. Kondisi tersebut memerlukan penilaian medis segera.
Hari Kesehatan Mental Dunia: Jangan Ragu Memeriksakan Diri
Momentum Hari Kesehatan Mental Dunia 10 Oktober dapat menjadi waktu untuk lebih memperhatikan kondisi diri sendiri maupun orang terdekat.
Jika stres, kecemasan, gangguan tidur, atau perubahan suasana hati mulai mengganggu aktivitas, konsultasi lebih awal dapat membantu menentukan langkah yang tepat. Klinik Amalia Bunda Medika menyediakan layanan konsultasi untuk membantu melakukan evaluasi awal sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.
📍 Jalan Dokter Rajiman No. 36, Sabukjanur, Kebonmanis, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap
📱 WhatsApp Reservasi: 0823-2969-9844
Tidak perlu menunggu keluhan menjadi berat untuk mulai peduli terhadap kesehatan mental.
Author: dr. Himawan Surya Sembada
Referensi:
- Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III (PPDGJ III). Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 1993.
- Lubis WH. Pendekatan klinis dan manajemen depresi. Jakarta: Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia; 2025.
- Sinulingga DI. Penggunaan benzodiazepin pada pasien dengan gangguan tidur: apa yang perlu diketahui oleh seorang internis? CME PAPDI [Internet]. 2025 Jul 7 [cited 2026 Oct 5]. Available from: PAPDI CME.