Gula darah tinggi atau hiperglikemia merupakan kondisi ketika kadar glukosa dalam darah melebihi batas normal. Kondisi ini dapat terjadi pada penderita diabetes maupun seseorang yang belum pernah didiagnosis diabetes.
Gula darah yang meningkat terkadang tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal. Namun, jika berlangsung terus-menerus dan tidak ditangani, kondisi ini dapat meningkatkan risiko komplikasi pada jantung, ginjal, mata, dan saraf. Lalu, kapan gula darah tinggi perlu diperiksakan ke dokter?
Apa Penyebab Gula Darah Tinggi?
Gula darah meningkat ketika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Insulin merupakan hormon yang membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
Beberapa faktor yang dapat memicu atau meningkatkan risiko gula darah tinggi meliputi:
- Diabetes tipe 1 atau tipe 2.
- Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan.
- Kurang aktivitas fisik dan berat badan berlebih.
- Stres fisik, infeksi, atau penyakit tertentu.
- Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid.
Kadar gula darah juga dapat meningkat sementara saat tubuh sedang sakit atau mengalami stres. Karena itu, hasil pemeriksaan perlu dinilai berdasarkan kondisi dan riwayat kesehatan pasien.
Apa Saja Gejala Gula Darah Tinggi?
Pada sebagian orang, gula darah tinggi tidak menunjukkan gejala yang jelas. Namun, beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:
- Sering merasa haus dan lapar.
- Lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
- Mudah lelah dan lemas.
- Penglihatan menjadi kabur.
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
- Luka lebih sulit sembuh.
Jika keluhan tersebut muncul berulang, sebaiknya jangan menunda pemeriksaan. Gejala klasik seperti sering haus, sering buang air kecil, dan penurunan berat badan tanpa sebab perlu mendapat perhatian medis.
Kapan Harus ke Dokter Penyakit Dalam?
Konsultasi dengan dokter penyakit dalam dianjurkan apabila hasil pemeriksaan gula darah berulang kali tinggi, muncul gejala yang mengarah pada diabetes, atau pasien sudah memiliki diabetes tetapi kadar gula darah sulit terkontrol.
Dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan gula darah puasa, gula darah sewaktu, tes toleransi glukosa oral, dan HbA1c untuk membantu menegakkan diagnosis serta menilai kontrol gula darah. Diagnosis diabetes umumnya menggunakan kriteria laboratorium tertentu dan, bila belum terdapat hiperglikemia yang jelas, memerlukan pemeriksaan konfirmasi.
Segera ke IGD jika gula darah tinggi disertai muntah berulang, nyeri perut, napas cepat atau dalam, dehidrasi berat, mengantuk berlebihan, maupun penurunan kesadaran. Kondisi tersebut dapat menandakan komplikasi akut diabetes yang membutuhkan penanganan segera.
Konsultasi Dokter Penyakit Daalam di Cilacap
Mengendalikan gula darah bukan hanya tentang mengurangi konsumsi makanan manis. Diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap pola makan, aktivitas fisik, berat badan, riwayat kesehatan, serta kemungkinan penyakit penyerta.
Bagi Anda yang membutuhkan konsultasi Dokter Penyakit Dalam Cilacap, Klinik Utama Amalia Bunda Medika menyediakan layanan Poli Penyakit Dalam bersama dr. Fakhri, Sp.PD, dengan jadwal Senin–Jumat pukul 15.30–18.00 WIB.
Jadwal dapat berubah, sehingga pasien disarankan melakukan konfirmasi sebelum berkunjung. Informasi lebih lanjut tersedia melalui halaman Poli Penyakit Dalam dan Jadwal Dokter.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan serta diagnosis langsung oleh dokter.