Amalia Bunda Medika

Demam Setelah Imunisasi: Aman atau Harus ke Dokter?

Bagikan :

Setelah imunisasi, sebagian orang tua mungkin khawatir ketika anak menjadi panas atau demam. Apakah kondisi ini normal? Pada banyak kasus, demam ringan setelah imunisasi merupakan reaksi yang dapat terjadi dan biasanya membaik dalam beberapa hari.

Meski begitu, orang tua tetap perlu memantau kondisi anak. Demam yang menetap, semakin tinggi, atau disertai gejala lain membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Apakah Demam Setelah Imunisasi Normal?

Ya, demam ringan dapat menjadi salah satu efek setelah imunisasi. Selain demam, anak juga dapat mengalami nyeri, kemerahan, atau bengkak ringan di lokasi suntikan. Beberapa anak mungkin menjadi lebih lemas, mengantuk, rewel, atau mengalami penurunan nafsu makan sementara.

Reaksi tersebut umumnya bersifat sementara. Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa reaksi ringan setelah imunisasi biasanya menghilang dalam sekitar 2–3 hari.

Namun, tidak semua keluhan yang muncul setelah imunisasi berarti disebabkan oleh vaksin. Kondisi kesehatan lain juga dapat terjadi pada waktu yang berdekatan dengan imunisasi.

Mengapa Anak Bisa Demam Setelah Imunisasi?

Vaksin bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan membentuk perlindungan terhadap penyakit tertentu. Proses tersebut dapat menimbulkan reaksi ringan, seperti demam atau rasa tidak nyaman.

Karena respons setiap anak berbeda, tidak semua anak akan mengalami demam setelah imunisasi. Tidak munculnya demam juga bukan berarti vaksin tidak bekerja.

Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah?

Pastikan Anak Cukup Minum

Berikan ASI, susu, atau cairan sesuai usia anak. Pastikan anak tetap mendapatkan asupan yang cukup selama mengalami demam.

Berikan Waktu untuk Beristirahat

Biarkan anak beristirahat dan kurangi aktivitas yang terlalu melelahkan. Orang tua juga dapat memberikan kenyamanan dengan menggendong atau menemani anak.

Pantau Suhu dan Kondisi Anak

Ukur suhu anak secara berkala dan perhatikan kondisi secara keseluruhan. Bukan hanya angka pada termometer, tetapi juga respons anak, kemampuan minum, dan aktivitasnya.

Jika ingin memberikan obat penurun panas, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau tenaga kesehatan mengenai jenis dan dosis yang sesuai.

Kapan Demam Setelah Imunisasi Harus Diperiksakan?

Demam ringan umumnya dapat dipantau di rumah. Namun, segera konsultasikan dengan dokter apabila demam tidak membaik setelah beberapa hari atau justru semakin berat. Kementerian Kesehatan juga menganjurkan pemeriksaan jika reaksi setelah imunisasi tidak kunjung membaik dalam 2–3 hari.

Selain itu, periksakan anak jika orang tua merasa kondisi anak berbeda dari biasanya atau muncul keluhan lain yang mengkhawatirkan.

Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Segera cari pertolongan medis apabila setelah imunisasi anak mengalami:

  • sesak atau kesulitan bernapas;
  • pembengkakan pada wajah atau tenggorokan;
  • ruam atau biduran yang menyeluruh;
  • kejang;
  • anak sangat lemas atau sulit dibangunkan;
  • perubahan perilaku yang tidak biasa;
  • demam tinggi atau kondisi anak semakin memburuk.

Reaksi alergi berat setelah vaksin memang sangat jarang, tetapi dapat terjadi dan membutuhkan penanganan segera.

Konsultasi Demam Anak di Cilacap

Jika Ayah dan Bunda masih khawatir dengan kondisi si kecil setelah imunisasi, konsultasikan langsung dengan dokter anak di Klinik Utama Amalia Bunda Medika Cilacap.

dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A
🗓️ Senin–Kamis
⏰ 18.30–20.30 WIB

📍 Jl. Rajiman No. 44, Kebonmanis, Cilacap Utara, Cilacap
📱 WhatsApp Reservasi: 0823-2969-9844

Tidak perlu panik ketika anak demam setelah imunisasi. Pantau kondisinya dan konsultasikan jika ada tanda yang mengkhawatirkan. 💙