Amalia Bunda Medika

Telinga Berdenging (Tinnitus): Penyebab dan Kapan Harus ke Dokter THT?

Bagikan :

Pernah mendengar suara berdenging, mendesis, atau berdengung di telinga padahal tidak ada sumber suara di sekitar? Kondisi ini dikenal sebagai tinnitus. Keluhan tersebut bisa muncul sesekali maupun terus-menerus dan terkadang mengganggu konsentrasi hingga kualitas tidur.

Tinnitus bukanlah penyakit, melainkan gejala yang dapat berkaitan dengan berbagai gangguan pada telinga maupun kondisi kesehatan lainnya. Karena itu, penting mengetahui penyebab dan kapan perlu memeriksakannya ke dokter THT Cilacap.

1. Apa Itu Tinnitus dan Mengapa Bisa Terjadi?

Tinnitus adalah persepsi mendengar suara tanpa adanya rangsangan suara dari luar. Suara yang dirasakan setiap orang dapat berbeda, seperti denging bernada tinggi, desisan, siulan, atau suara berdenyut mengikuti detak jantung.

Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan telinga berdenging antara lain:

  • Gangguan pendengaran: Penurunan fungsi pendengaran akibat usia atau paparan suara keras berkepanjangan.
  • Penumpukan kotoran telinga: Serumen yang menyumbat saluran telinga dapat memicu tinnitus.
  • Infeksi telinga: Peradangan pada telinga dapat disertai denging dan gangguan pendengaran.
  • Penyakit Ménière: Gangguan telinga dalam yang dapat menyebabkan tinnitus, vertigo, dan pendengaran berkurang.
  • Efek samping obat: Beberapa jenis obat tertentu dapat memengaruhi sistem pendengaran.
  • Paparan kebisingan: Suara keras dalam jangka panjang dapat merusak sel rambut di telinga bagian dalam.

2. Apa Saja Gejala Tinnitus?

Gejala utama tinnitus adalah munculnya suara yang sebenarnya tidak berasal dari lingkungan sekitar. Keluhan dapat dirasakan pada satu telinga, kedua telinga, atau seolah berasal dari dalam kepala.

Beberapa gejala yang dapat menyertai meliputi:

  • Telinga berdenging atau berdengung berulang.
  • Pendengaran terasa berkurang.
  • Telinga terasa penuh atau tersumbat.
  • Pusing atau sensasi berputar.
  • Sulit berkonsentrasi dan tidur akibat suara yang terus terdengar.

3. Kapan Telinga Berdenging Harus Diperiksa?

Segera konsultasikan ke dokter THT jika tinnitus sering muncul, berlangsung terus-menerus, semakin mengganggu, atau disertai penurunan pendengaran.

Tinnitus yang hanya terjadi pada satu telinga atau terdengar mengikuti denyut nadi juga memerlukan evaluasi medis untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya.

Penting: Jika telinga berdenging disertai penurunan pendengaran mendadak, segera cari pertolongan medis. Kondisi ini memerlukan penanganan segera agar peluang pemulihan pendengaran tidak terlewat.

4. Bagaimana Pemeriksaan dan Penanganan Tinnitus?

Dokter spesialis THT-KL akan menanyakan riwayat keluhan, paparan suara keras, serta penggunaan obat-obatan. Pemeriksaan telinga dilakukan untuk mencari kemungkinan penyebab, seperti penumpukan serumen atau infeksi.

Jika diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan audiometri untuk mengevaluasi fungsi pendengaran. Penanganan tinnitus disesuaikan dengan penyebab dan kondisi pasien. Terapi dapat berupa penanganan gangguan telinga yang mendasari, alat bantu dengar jika terdapat gangguan pendengaran, atau terapi suara dan pendekatan perilaku untuk membantu mengurangi dampak tinnitus.

5. Periksa Keluhan Telinga di Dokter THT Cilacap

Jangan mengabaikan telinga berdenging yang terus berulang atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan lebih awal membantu mengetahui kemungkinan penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

Konsultasikan keluhan tinnitus, gangguan pendengaran, maupun masalah kesehatan telinga lainnya bersama dr. Mahastini, Sp.THT-KL di Poli THT Klinik Utama Amalia Bunda Medika, Cilacap.

Reservasi dan informasi pelayanan:
WhatsApp: 0823-2969-9844

Klinik Utama Amalia Bunda Medika
Jalan Dokter Rajiman No. 36, Sabukjanur, Kebonmanis, Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap.

Jaga kesehatan pendengaran Anda. Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter spesialis THT jika mengalami keluhan telinga berdenging.