Amalia Bunda Medika

Mengenal Hernia: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

Bagikan :

Pernah melihat benjolan di area selangkangan atau perut yang semakin terlihat saat berdiri, batuk, maupun mengangkat beban? Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda hernia. Hernia terjadi ketika organ atau jaringan tubuh menonjol melalui bagian otot atau jaringan penyangga yang melemah.

Hernia dapat dialami oleh orang dewasa maupun anak-anak. Meski sebagian kasus tidak langsung menimbulkan keluhan berat, hernia tetap perlu diperiksa agar risiko komplikasi dapat dikenali sejak dini.

1. Apa Itu Hernia dan Apa Penyebabnya?

Hernia merupakan kondisi ketika jaringan, misalnya bagian usus atau jaringan lemak, menonjol melalui celah atau area lemah pada dinding otot. Jenis yang cukup sering ditemukan adalah hernia inguinalis atau hernia di area selangkangan.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko hernia meliputi:

  • Kelemahan otot atau jaringan dinding perut.
  • Faktor bawaan sejak lahir.
  • Pertambahan usia.
  • Aktivitas mengangkat beban berat secara berulang.
  • Batuk kronis atau sering mengejan.
  • Kelebihan berat badan.

Hernia tidak selalu disebabkan oleh satu faktor. Kombinasi kelemahan jaringan dan peningkatan tekanan di dalam rongga perut dapat berperan dalam kemunculannya.

2. Gejala Hernia yang Perlu Dikenali

Gejala hernia dapat berbeda sesuai lokasi dan ukurannya. Tanda yang umum ditemukan antara lain:

  • Muncul benjolan di selangkangan, pusar, atau perut.
  • Benjolan semakin terlihat saat berdiri, batuk, atau mengejan.
  • Benjolan mengecil ketika berbaring.
  • Rasa tidak nyaman, berat, atau nyeri di sekitar benjolan.
  • Nyeri yang bertambah saat mengangkat beban atau melakukan aktivitas tertentu.

Tidak semua benjolan di perut atau selangkangan merupakan hernia. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

3. Kapan Hernia Menjadi Kondisi Darurat?

Hernia dapat mengalami komplikasi ketika jaringan yang menonjol terjebak dan tidak dapat kembali ke posisi semula. Kondisi yang lebih serius terjadi apabila aliran darah ke jaringan tersebut terganggu atau disebut hernia strangulata.

Segera pergi ke instalasi gawat darurat apabila benjolan terasa sangat nyeri, tidak dapat masuk kembali, berubah warna, atau disertai mual, muntah, perut kembung, serta sulit buang gas maupun BAB. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera.

4. Bagaimana Penanganan Hernia?

Penanganan hernia ditentukan berdasarkan jenis, ukuran, gejala, kondisi kesehatan, dan risiko komplikasi. Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, jika diperlukan, pemeriksaan penunjang seperti USG.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemantauan berkala. Namun, operasi merupakan pilihan penanganan definitif untuk banyak jenis hernia, terutama jika menimbulkan keluhan atau berisiko mengalami komplikasi. Teknik operasi akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Hernia tidak dapat dipastikan sembuh hanya dengan obat atau penggunaan penyangga. Karena itu, konsultasi diperlukan untuk menentukan pilihan penanganan yang tepat.

5. Konsultasi Dokter Bedah di Cilacap

Jika menemukan benjolan di selangkangan atau perut yang dicurigai sebagai hernia, jangan menunda pemeriksaan. Konsultasikan keluhan kepada dokter spesialis bedah untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.

Klinik Utama Amalia Bunda Medika menyediakan layanan Poli Bedah bersama dr. Gatot Ismaya, Sp.B.

Jadwal praktik: Senin–Jumat, pukul 19.00–21.00 WIB.

Untuk informasi dan reservasi, kunjungi halaman Dokter Bedah Cilacap – Poli Bedah Amalia Bunda Medika atau hubungi WhatsApp 0823-2969-9844.