Cantengan atau kuku tumbuh ke dalam (ingrown toenail) dapat menyebabkan nyeri, kemerahan, dan pembengkakan di sekitar kuku. Pada kondisi yang lebih berat, area tersebut dapat mengeluarkan nanah akibat peradangan atau infeksi. Keluhan ini paling sering terjadi pada ibu jari kaki dan dapat mengganggu aktivitas, termasuk berjalan dan memakai sepatu.
Namun, apakah cantengan yang sudah bernanah dan bengkak selalu harus dioperasi? Jawabannya bergantung pada tingkat keparahan dan hasil pemeriksaan dokter.
1. Mengapa Cantengan Bisa Bernanah dan Bengkak?
Cantengan terjadi ketika sisi kuku tumbuh atau menekan kulit di sekitarnya sehingga menimbulkan luka dan peradangan. Jika area tersebut mengalami infeksi, dapat muncul pembengkakan, kemerahan, rasa hangat, nyeri, hingga keluarnya nanah.
Beberapa faktor yang dapat memicu cantengan antara lain:
- Memotong kuku terlalu pendek atau melengkung pada bagian sudut.
- Menggunakan sepatu yang terlalu sempit.
- Mengalami benturan atau cedera pada jari kaki.
- Memiliki bentuk kuku yang melengkung.
- Kebiasaan mengorek sisi kuku.
Jika tidak ditangani dengan tepat, peradangan dapat semakin berat dan keluhan berisiko berulang.
2. Apa Tanda Cantengan yang Perlu Diwaspadai?
Selain nyeri dan bengkak, perhatikan beberapa tanda berikut:
- Kulit di sekitar kuku tampak merah dan terasa hangat.
- Keluar cairan atau nanah dari sisi kuku.
- Muncul jaringan kemerahan yang tumbuh di sekitar kuku.
- Nyeri semakin terasa saat berjalan atau memakai sepatu.
- Cantengan terus kambuh pada jari yang sama.
Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya periksakan kondisi kuku ke dokter. Penderita diabetes atau gangguan aliran darah juga perlu lebih waspada terhadap luka dan infeksi pada kaki.
3. Apakah Cantengan Bernanah Harus Dioperasi?
Tidak semua cantengan bernanah harus menjalani operasi. Dokter akan menilai kondisi kuku, tingkat infeksi, serta jaringan di sekitarnya sebelum menentukan penanganan.
Pada kasus tertentu, perawatan luka atau penanganan infeksi mungkin diperlukan. Namun, jika kuku terus menusuk kulit, keluhan berulang, atau peradangan sudah berat, tindakan seperti pengangkatan sebagian tepi kuku (partial nail avulsion) dapat dipertimbangkan.
Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat melakukan tindakan pada bagian akar kuku untuk mengurangi risiko cantengan berulang. Pemilihan prosedur disesuaikan dengan hasil pemeriksaan.
4. Apa yang Sebaiknya Dilakukan Saat Cantengan Bernanah?
Jangan memencet area bernanah, menusuk kulit, atau memotong bagian kuku yang menancap sendiri. Hindari pula penggunaan sepatu sempit yang menekan jari kaki.
Jaga kebersihan kaki dan segera periksakan diri jika muncul nanah, nyeri bertambah, kemerahan meluas, atau demam. Penanganan lebih cepat penting untuk mencegah infeksi semakin berat.
5. Periksa Cantengan di Poli Bedah Amalia Bunda Medika Cilacap
Cantengan yang bengkak, bernanah, atau sering kambuh sebaiknya tidak dibiarkan. Konsultasikan keluhan Anda bersama dr. Gatot Ismaya, Sp.B., Dokter Spesialis Bedah di Klinik Utama Amalia Bunda Medika Cilacap.
Dokter Bedah akan mengevaluasi kondisi kuku dan menentukan apakah diperlukan perawatan atau tindakan bedah.
Jadwal praktik: Senin–Jumat, pukul 19.00–21.00 WIB.
Untuk informasi layanan dan reservasi hubungi WhatsApp 0823-2969-9844.
📍 Jalan Dokter Rajiman No. 36, Sabukjanur, Kebonmanis, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap.