Amalia Bunda Medika

Apa Itu ADHD pada Anak? Kenali Gejala, Penyebab, dan Kapan Perlu Diperiksa | Dokter Anak Cilacap

Bagikan :

Anak sulit duduk diam, sering kehilangan fokus, atau terlihat bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu? Perilaku tersebut terkadang membuat orang tua bertanya-tanya apakah anak hanya aktif atau mengalami gangguan perkembangan tertentu.

Salah satu kondisi yang perlu diketahui adalah ADHD (Attention-Deficit/Hyperactivity Disorder). ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam mempertahankan perhatian, mengendalikan perilaku impulsif, dan mengatur aktivitas. Kondisi ini dapat memengaruhi proses belajar, hubungan sosial, serta aktivitas sehari-hari anak.

Apa Itu ADHD pada Anak?

ADHD adalah gangguan perkembangan saraf yang umumnya mulai terlihat sejak masa kanak-kanak. Anak dengan ADHD dapat mengalami kesulitan memusatkan perhatian, menunjukkan aktivitas berlebihan, atau bertindak impulsif.

ADHD memiliki tiga presentasi utama:

  • Predominantly Inattentive: Anak cenderung sulit mempertahankan perhatian, mudah terdistraksi, dan sering lupa menyelesaikan tugas.
  • Predominantly Hyperactive-Impulsive: Anak cenderung banyak bergerak, sulit menunggu giliran, sering menyela, atau bertindak tanpa mempertimbangkan akibatnya.
  • Combined Presentation: Anak menunjukkan kombinasi gejala kurang perhatian dan hiperaktif-impulsif.

Apa Penyebab ADHD pada Anak?

Penyebab ADHD belum diketahui secara pasti. Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik memiliki peran penting, disertai kemungkinan pengaruh perkembangan otak dan faktor lingkungan tertentu.

ADHD bukan sekadar akibat anak kurang disiplin atau pola asuh yang buruk. Oleh karena itu, orang tua tidak perlu langsung menyalahkan diri sendiri ketika menemukan tanda-tanda yang mengarah pada kondisi ini.

Apa Gejala ADHD yang Perlu Diperhatikan?

Beberapa perilaku yang dapat ditemukan pada anak dengan ADHD meliputi:

  • Sulit berkonsentrasi saat belajar atau bermain.
  • Mudah terdistraksi dan sering tidak menyelesaikan tugas.
  • Sering lupa atau kehilangan barang.
  • Tidak bisa duduk tenang dalam situasi yang mengharuskannya.
  • Berbicara berlebihan atau sering menyela pembicaraan.
  • Kesulitan menunggu giliran dan mengendalikan perilaku impulsif.

Namun, tidak semua anak yang aktif atau sulit fokus mengalami ADHD. Gejala perlu dinilai berdasarkan usia, frekuensi, durasi, dan dampaknya terhadap kehidupan anak.

Kapan Anak Perlu Diperiksa?

Orang tua sebaiknya mempertimbangkan pemeriksaan jika perilaku kurang perhatian, hiperaktif, atau impulsif berlangsung setidaknya enam bulan, muncul di lebih dari satu lingkungan seperti rumah dan sekolah, serta mengganggu aktivitas atau hubungan sosial anak.

Diagnosis ADHD tidak dapat ditentukan hanya melalui satu tes. Dokter akan mempertimbangkan riwayat kesehatan, perkembangan anak, informasi dari orang tua dan guru, serta kemungkinan kondisi lain seperti gangguan tidur, kecemasan, atau kesulitan belajar.

Bagaimana Penanganan ADHD pada Anak?

Penanganan disesuaikan dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing anak. Pendekatannya dapat meliputi terapi perilaku, pelatihan orang tua, dukungan lingkungan sekolah, serta penggunaan obat apabila memang diperlukan berdasarkan evaluasi dokter.

Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat belajar mengelola perilaku, meningkatkan kemampuan fokus, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.

Konsultasi Dokter Anak Cilacap

Jika Ayah dan Bunda memiliki kekhawatiran mengenai konsentrasi, aktivitas, atau perilaku Si Kecil, konsultasikan kondisinya bersama dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A, Dokter Spesialis Anak di Klinik Amalia Bunda Medika.

Pemeriksaan awal dapat membantu mengevaluasi perkembangan anak dan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan atau rujukan lebih lanjut.

🗓️ Senin–Kamis | 18.30–20.30 WIB
📍 Jalan Dokter Rajiman No.36, Sabukjanur, Kebonmanis, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap
📱 WhatsApp Reservasi: 0823-2969-9844

Jadwalkan konsultasi dengan Dokter Anak Cilacap di Klinik Amalia Bunda Medika untuk membantu memahami kebutuhan perkembangan dan perilaku Si Kecil.