Melihat bintik-bintik merah muncul di kulit anak setelah demam mereda tentu dapat membuat orang tua khawatir. Kondisi ini bisa terjadi akibat infeksi virus yang sedang memasuki tahap pemulihan. Salah satu penyebabnya adalah roseola infantum, yaitu infeksi virus yang sering dialami bayi dan anak usia balita.
Namun, bintik merah setelah demam pada anak tidak selalu disebabkan oleh kondisi yang ringan. Beberapa infeksi lain, termasuk demam berdarah dengue (DBD) dan campak, juga dapat menimbulkan ruam pada kulit. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan bentuk ruam, waktu kemunculannya, serta kondisi anak secara keseluruhan.
1. Roseola, Salah Satu Penyebab Bintik Merah Setelah Demam
Roseola infantum merupakan infeksi virus yang umumnya disebabkan oleh Human Herpesvirus 6 (HHV-6), dan terkadang HHV-7. Kondisi ini lebih sering ditemukan pada bayi dan anak berusia di bawah 2 tahun.
Gejalanya biasanya diawali demam tinggi selama sekitar 3–4 hari. Setelah suhu tubuh turun, muncul bintik atau ruam merah muda yang biasanya dimulai dari dada, perut, dan punggung, kemudian dapat menyebar ke leher serta lengan.
Ruam roseola umumnya tidak terlalu gatal, memudar dalam beberapa hari, dan anak biasanya terlihat lebih aktif setelah demam mereda. Meski demikian, diagnosis tetap perlu mempertimbangkan pemeriksaan dan riwayat gejala anak.
2. Penyebab Lain yang Perlu Diwaspadai
Selain roseola, beberapa kondisi berikut juga dapat menyebabkan bintik merah pada anak:
- Infeksi virus lainnya. Sejumlah infeksi virus dapat menimbulkan ruam kulit selama atau setelah demam. Bentuk dan penyebarannya dapat berbeda-beda.
- Demam berdarah dengue (DBD). DBD dapat menyebabkan ruam kemerahan maupun bintik perdarahan kecil pada kulit. Kondisi perlu diwaspadai terutama saat demam mulai turun karena fase kritis dapat terjadi pada periode tersebut.
- Campak. Ruam campak biasanya diawali dari wajah atau garis rambut, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya. Gejala penyerta dapat berupa demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.
- Reaksi terhadap obat. Ruam juga dapat muncul setelah anak mengonsumsi obat tertentu. Perhatikan apakah keluhan muncul setelah penggunaan obat baru dan sampaikan informasinya kepada dokter.
3. Kapan Bintik Merah pada Anak Perlu Diperiksa?
Orang tua perlu memperhatikan apakah bintik merah memudar ketika kulit ditekan. Bintik yang tidak memudar dapat berupa petechiae atau purpura, yaitu perdarahan kecil di bawah kulit.
Segera bawa anak ke IGD apabila bintik merah tidak memudar saat ditekan, terutama jika disertai anak tampak sangat lemas, sulit dibangunkan, napas cepat, tangan dan kaki dingin, atau mengalami penurunan kesadaran.
Waspadai juga tanda bahaya DBD seperti nyeri perut hebat, muntah berulang, mimisan, gusi berdarah, atau tubuh terasa sangat lemas ketika demam mulai turun.
Jika ruam disertai demam yang kembali tinggi, kondisi anak semakin memburuk, atau muncul keluhan lain, segera lakukan pemeriksaan medis. Jangan hanya mengandalkan tampilan bintik merah untuk menentukan penyakitnya.
4. Apa yang Perlu Dilakukan Orang Tua?
Jika anak terlihat aktif, mau minum, dan tidak menunjukkan tanda bahaya, orang tua dapat membantu pemulihan dengan memastikan kebutuhan cairan tercukupi, memberi waktu istirahat, serta memantau perubahan ruam dan suhu tubuh.
Hindari memberikan antibiotik, obat oles, atau obat lain tanpa petunjuk tenaga medis. Apabila anak baru mengonsumsi obat dan kemudian mengalami ruam, sampaikan riwayat obat tersebut saat berkonsultasi.
Konsultasikan Kesehatan Anak di Klinik Utama Amalia Bunda Medika
Bintik merah setelah demam pada anak perlu dinilai berdasarkan riwayat demam, pola ruam, dan kondisi tubuh secara keseluruhan. Pemeriksaan dokter membantu menentukan kemungkinan penyebab serta penanganan yang sesuai.
Orang tua dapat berkonsultasi dengan dr. Lestarina Veronica Haloho, M.Sc., Sp.A, Dokter Spesialis Anak di Klinik Utama Amalia Bunda Medika.
Jadwal praktik: Senin–Kamis | 18.30–20.30 WIB
Alamat: Jalan Dokter Rajiman No.36, Sabukjanur, Kebonmanis, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap
WhatsApp Reservasi: 0823-2969-9844
Temukan layanan Dokter Anak Cilacap untuk membantu memantau kesehatan dan tumbuh kembang buah hati.
Referensi:
- Leung AKC, et al. (2024). Roseola Infantum: An Updated Review. Current Pediatric Reviews, 20(2), 119–128. DOI: 10.2174/1573396319666221118123844.
- Delli Colli L, et al. (2019). Viral exanthems in children: A great imitator. Clinics in Dermatology. PubMed.
- Royal Children’s Hospital Melbourne. Clinical Practice Guideline: Petechiae and Purpura. Pedoman klinis.
- Kementerian Kesehatan RI. Demam Berdarah Dengue: Pentingnya Deteksi Dini dan Penanganan yang Tepat. Kemenkes.
- CDC. Clinical Features of Dengue. CDC.
- CDC. Measles Symptoms and Complications. CDC.
- NICE. Fever in under 5s: assessment and initial management. NICE Guideline NG143.