Musim pancaroba sering dikaitkan dengan meningkatnya keluhan batuk, pilek, dan demam pada anak maupun orang dewasa. Namun, tidak semua keluhan tersebut disebabkan oleh influenza. Berbagai virus lain juga dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan dengan gejala serupa.
Salah satu langkah untuk membantu melindungi diri dari influenza adalah vaksinasi influenza secara rutin. Vaksin ini membantu mengurangi risiko influenza dan komplikasinya, terutama pada kelompok yang lebih rentan mengalami penyakit berat.
Lalu, apa manfaat vaksin influenza, siapa saja yang dianjurkan mendapatkannya, dan kapan waktu yang tepat untuk vaksinasi?
Apa Itu Vaksin Influenza?
Vaksin influenza merupakan vaksin yang membantu tubuh membentuk perlindungan terhadap virus influenza, yaitu virus yang menyerang saluran pernapasan. Infeksi influenza dapat menimbulkan gejala berupa demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan kelelahan.
Meskipun sering dianggap sebagai penyakit ringan, influenza dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, memperburuk penyakit kronis, hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit. Risiko ini lebih tinggi pada kelompok tertentu, termasuk lansia, anak kecil, ibu hamil, dan orang dengan kondisi medis tertentu.
Vaksin influenza dianjurkan secara berkala karena virus influenza terus mengalami perubahan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara rutin memantau virus yang beredar dan memperbarui rekomendasi komposisi vaksin agar perlindungannya sesuai dengan virus yang diperkirakan akan beredar.
Perlu diketahui, vaksin influenza tidak melindungi dari seluruh penyebab batuk dan pilek. Namun, vaksinasi dapat membantu menurunkan risiko penyakit influenza dan komplikasi yang berkaitan dengannya.
Siapa Saja yang Dianjurkan Mendapatkan Vaksin Influenza?
Vaksin influenza dapat dipertimbangkan untuk anak-anak maupun orang dewasa sesuai usia, kondisi kesehatan, dan jenis vaksin yang tersedia. Kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus meliputi:
- Lansia berusia 65 tahun ke atas, yang lebih rentan mengalami komplikasi influenza.
- Anak-anak, terutama anak berusia di bawah 5 tahun.
- Ibu hamil, karena influenza dapat meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan.
- Orang dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung, penyakit paru, diabetes, atau kondisi medis tertentu lainnya.
- Orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, termasuk mereka yang menjalani pengobatan yang memengaruhi daya tahan tubuh.
- Tenaga kesehatan dan orang yang tinggal bersama kelompok rentan, yang perlu mempertimbangkan vaksinasi untuk membantu mengurangi risiko penularan dan penyakit berat.
Rekomendasi vaksinasi dapat berbeda menurut usia, kondisi kesehatan, dan pedoman yang berlaku. Konsultasi dengan dokter dapat membantu menentukan apakah vaksin influenza sesuai untuk Anda atau keluarga.
Kapan Sebaiknya Melakukan Vaksin Influenza?
Vaksin influenza umumnya dianjurkan setiap tahun untuk membantu mempertahankan perlindungan terhadap virus yang beredar.
Pada anak, vaksin influenza dapat diberikan mulai usia 6 bulan. Anak yang baru pertama kali menerima vaksin influenza mungkin memerlukan dua dosis dengan jarak minimal empat minggu, bergantung pada usia dan riwayat vaksinasinya. Setelah itu, vaksinasi dilanjutkan sesuai rekomendasi tahunan.
Orang dewasa juga dapat memperoleh vaksin influenza setiap tahun. Pada ibu hamil, vaksin influenza yang sesuai dapat diberikan selama kehamilan berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.
Waktu pemberian dan jumlah dosis perlu disesuaikan dengan jenis vaksin, usia, riwayat vaksinasi, serta kondisi pasien. Karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu sebelum melakukan vaksinasi.
Siapa yang Perlu Berkonsultasi Sebelum Vaksinasi?
Sebagian besar orang dapat menerima vaksin influenza dengan aman, tetapi ada kondisi tertentu yang memerlukan penilaian dokter terlebih dahulu.
1. Sedang mengalami sakit akut
Jika sedang mengalami penyakit akut sedang hingga berat, dengan atau tanpa demam, vaksinasi mungkin perlu ditunda sampai kondisi membaik. Keputusan ini bergantung pada kondisi pasien saat pemeriksaan.
2. Memiliki riwayat alergi berat
Seseorang yang pernah mengalami reaksi alergi berat setelah vaksin influenza atau terhadap komponen vaksin perlu menyampaikan riwayat tersebut kepada dokter. Dokter akan menilai apakah vaksin tertentu dapat diberikan atau perlu dihindari.
3. Memiliki riwayat Guillain-Barré Syndrome (GBS)
Orang yang pernah mengalami GBS dalam waktu enam minggu setelah vaksinasi influenza sebelumnya perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mempertimbangkan manfaat dan risiko vaksinasi.
4. Bayi berusia di bawah 6 bulan
Vaksin influenza belum diberikan kepada bayi berusia di bawah 6 bulan. Perlindungan dapat dibantu melalui vaksinasi ibu selama kehamilan dan vaksinasi orang-orang di sekitar bayi sesuai rekomendasi.
5. Memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh atau kondisi medis tertentu
Orang yang menjalani kemoterapi atau memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh tetap dapat menjadi kandidat vaksinasi, tetapi jenis vaksin perlu diperhatikan. Sebagai contoh, vaksin influenza hidup yang dilemahkan umumnya tidak sesuai untuk ibu hamil dan orang dengan kondisi imun tertentu.
Riwayat alergi berat, penyakit akut, dan GBS bukan alasan untuk mengambil keputusan sendiri. Dokter perlu menilai kondisi pasien serta jenis vaksin yang akan digunakan.
Dapatkan Vaksin Influenza di Klinik Amalia Bunda Medika Cilacap
Vaksinasi influenza merupakan salah satu langkah pencegahan yang dapat membantu mengurangi risiko influenza dan komplikasinya. Jika Anda ingin mendapatkan vaksin influenza untuk diri sendiri atau keluarga, konsultasikan terlebih dahulu mengenai kesesuaian vaksin dengan usia dan kondisi kesehatan.
Klinik Utama Amalia Bunda Medika Cilacap menyediakan layanan Poli Vaksin untuk kebutuhan vaksinasi.
📍 Alamat: Jalan Dokter Rajiman No. 36, Sabukjanur, Kebonmanis, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap
📱 WhatsApp Reservasi: 0823-2969-9844
Hubungi kami untuk mengonfirmasi ketersediaan vaksin influenza, jadwal pelayanan, biaya, dan persyaratan sebelum datang ke klinik.
Jaga kesehatan diri dan keluarga dengan langkah pencegahan yang tepat. Konsultasikan kebutuhan vaksinasi Anda bersama tenaga kesehatan.
Author: dr. Ullima Pramulasari