Amalia Bunda Medika

Kanker Serviks Bisa Dicegah: Kenali Pentingnya Vaksin HPV Sejak Dini

Bagikan :

Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh pada leher rahim. Menurut WHO, kanker serviks merupakan salah satu kanker terbanyak pada perempuan di Indonesia. Secara global, sekitar 600.000 perempuan didiagnosis kanker serviks dan 280.000 meninggal akibat penyakit ini pada 2024. Padahal, sebagian besar kanker serviks dapat dicegah. Hampir seluruh kasus berkaitan dengan infeksi Human papillomavirus (HPV), sehingga vaksinasi HPV dan skrining deteksi dini berperan penting dalam pencegahannya.

Kenali Penyebab, Faktor Risiko, dan Gejala Kanker Serviks

Hampir seluruh kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi Human papillomavirus (HPV), terutama tipe berisiko tinggi seperti HPV 16 dan 18. Sebagian besar infeksi HPV dapat sembuh sendiri, tetapi infeksi yang menetap dapat menyebabkan perubahan sel leher rahim hingga berkembang menjadi kanker. Risikonya dapat meningkat pada perempuan yang merokok, memiliki banyak pasangan seksual, mengalami gangguan kekebalan tubuh, atau memiliki riwayat infeksi menular seksual. Pada tahap awal, kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain perdarahan vagina yang tidak normal, keputihan berbau atau bercampur darah, serta nyeri panggul.

Vaksin HPV sebagai Langkah Penting Mencegah Kanker Serviks

Vaksin HPV merupakan salah satu langkah penting untuk mencegah kanker serviks. Vaksin ini bekerja dengan memberikan perlindungan terhadap beberapa tipe HPV berisiko tinggi yang paling sering menyebabkan kanker. Vaksinasi paling efektif diberikan sebelum seseorang terpapar HPV, sehingga dianjurkan sejak usia remaja. Namun, perempuan yang sudah aktif secara seksual tetap dapat memperoleh manfaat dari vaksinasi sesuai rekomendasi usia dan kondisi masing-masing. Penting diingat, vaksin HPV tidak mengobati infeksi HPV yang sudah terjadi dan tidak menggantikan skrining kanker serviks. Kombinasi vaksinasi dan skrining memberikan perlindungan yang lebih optimal.

Kapan dan Siapa yang Perlu Mendapatkan Vaksin HPV?

Vaksin HPV dianjurkan diberikan sejak usia remaja, terutama sebelum seseorang terpapar HPV. WHO memprioritaskan vaksinasi HPV pada anak perempuan usia 9–14 tahun karena vaksin paling efektif diberikan sebelum paparan HPV. Vaksinasi pada kelompok usia yang lebih tua dapat dipertimbangkan sesuai rekomendasi nasional, usia, kondisi kesehatan, dan jenis vaksin yang digunakan. 

Vaksin HPV juga dapat diberikan kepada laki-laki untuk membantu mencegah penyakit dan kanker terkait HPV. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan juga telah merekomendasikan imunisasi HPV bagi anak laki-laki dalam program imunisasi nasional.

Meskipun telah mendapatkan vaksinasi, skrining kanker serviks tetap penting karena vaksin tidak melindungi terhadap seluruh tipe HPV yang dapat menyebabkan kanker.

Vaksin Saja Tidak Cukup : Pentingnya Skrining Kanker Serviks

Vaksin HPV tidak memberikan perlindungan terhadap seluruh tipe HPV penyebab kanker, sehingga skrining kanker serviks tetap diperlukan meskipun seseorang telah mendapatkan vaksinasi. Skrining bertujuan mendeteksi perubahan sel pada leher rahim sebelum berkembang menjadi kanker, sehingga dapat segera ditangani. Skrining kanker serviks dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti tes HPV, Pap smear, atau IVA, sesuai rekomendasi dan ketersediaan layanan Kesehatan. Dengan melakukan vaksinasi HPV dan skrining secara rutin, risiko terkena kanker serviks maupun kematian akibat penyakit ini dapat ditekan.

Vaksin HPV di Klinik Amalia Bunda Medika Cilacap

Jika Anda ingin mengetahui apakah vaksin HPV sesuai untuk Anda atau keluarga, konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga medis agar mendapatkan informasi mengenai jadwal, jenis vaksin, dosis, dan ketentuan pemberiannya.

Klinik Utama Amalia Bunda Medika Cilacap menyediakan layanan Vaksin HPV di Poli Vaksin.

📍 Alamat: Jalan Dokter Rajiman No.36, Sabukjanur, Kebonmanis, Kec. Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap
📱 Reservasi WhatsApp: 0823-2969-9844

Ingin mendapatkan vaksin HPV di Cilacap? Hubungi kami untuk informasi jadwal, ketersediaan vaksin, dan reservasi.

Author: dr. Prilliese Indra Devi